Jelang Piala Dunia 2026, Susik: Peta Kekuatan Sepak Bola Bergeser

  • 14 Mei 2026 12:24 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Piala Dunia 2026
  • Peta Kekuatan Sepak Bola Bergeser
  • Negara unggulan dan non-unggulan kini mulai menipis
  • Negara-negara berkembang telah mampu menunjukkan skill dan kolektifitas permainan
  • Piala Dunia 2026 menjadi momentum yang baik bagi ekosistem sepak bola di tingkat daerah

RRI.CO.ID, Palu - Peta kekuatan sepak bola global diprediksi akan mengalami pergeseran signifikan pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang. Tidak lagi didominasi nama-nama besar yang secara tradisional memegang panggung utama, turnamen kali ini diyakini akan menjadi panggung pembuktian bagi negara-negara yang selama ini dianggap sebelah mata.

Hal ini diungkapkan Bendahara Umum Asprov PSSI Sulawesi Tengah, Susik, dalam sebuah wawancara bersama RRI Palu, Kamis, 14 Mei 2026. Menurutnya, anggapan mengenai negara unggulan dan non-unggulan kini mulai menipis seiring dengan berkembangnya kualitas teknik di berbagai belahan dunia.

Dalam pandangannya, dinamika sepak bola saat ini memungkinkan negara manapun untuk menciptakan kejutan besar. Ia melihat, negara-negara berkembang telah mampu menunjukkan skill dan kolektifitas permainan yang kompetitif di mata dunia.

"Karena kita lihat sendiri beberapa negara-negara yang besar bahkan bisa dikalahkan negara yang dianggap tidak diunggulkan," ujar Susik.

Ia menambahkan, potensi lahirnya juara baru dari luar lingkaran elit sepak bola dunia menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta bola termasuk di Sulawesi Tengah. Susik berharap, kualitas permainan yang kian merata di level dunia ini dapat memotivasi para pemain lokal untuk terus meningkatkan standar mereka.

"Saya sangat mendukung pemain-pemain lokal kita, bukan hanya di level senior namun juga di U-17 dan U-20," katanya.

Dengan semangat sepak bola adalah milik bersama, Susik mengharapkan Piala Dunia 2026 menjadi momentum yang baik bagi ekosistem sepak bola di tingkat daerah. Baik dari segi prestasi atlet, maupun dampak ekonomi bagi masyarakat luas. (KA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....