Kabut Asap Dapat Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan saat Berolahraga
- 06 Okt 2026 20:37 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk olahraga. Paparan udara yang tercemar membuat tubuh menghirup berbagai partikel dan zat polutan yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
Aktivitas olahraga di tengah kondisi udara yang tercemar dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke dalam tubuh karena kebutuhan oksigen selama aktivitas fisik bertambah. Paparan tersebut dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan, antara lain batuk dan iritasi pada tenggorokan.
| Baca juga: Ibu Hamil, Waspada Anemia sejak Dini |
Kabut asap juga dapat memicu gangguan pernapasan pada kelompok yang rentan, termasuk penderita asma. Paparan polutan dapat berkaitan dengan munculnya gejala seperti batuk, mengi dan sesak napas, terutama pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara.
Selain saluran pernapasan, paparan partikulat dari kabut asap juga dapat berdampak terhadap sistem kardiovaskular. Partikel pencemar dapat memicu peradangan dan memengaruhi pembuluh darah, sehingga paparan tersebut menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko penyakit jantung koroner.
| Baca juga: Bahaya Pewarna Makanan Bagi Kesehatan Tubuh |
Paparan kabut asap dalam waktu yang panjang juga berkaitan dengan gangguan kesehatan lainnya. Pada anak-anak, paparan polusi udara secara terus-menerus dapat memengaruhi fungsi paru, sementara kandungan tertentu dalam asap kebakaran dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila terakumulasi dan terhirup dalam jangka panjang.
Polutan dari kebakaran hutan dan lahan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Kondisi tersebut berkaitan dengan paparan partikulat yang dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah dan memicu proses peradangan dalam tubuh.
Saat kualitas udara menurun akibat kabut asap, aktivitas di luar ruangan, termasuk olahraga, menjadi salah satu kegiatan yang perlu diperhatikan. Penggunaan respirator seperti N95 dapat membantu menyaring partikel halus ketika berada di luar ruangan, sedangkan pemantauan kualitas udara menjadi salah satu cara untuk mengetahui tingkat paparan polusi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....