Terlalu Lama Duduk Dapat Mengganggu Kesehatan
- 19 Agt 2026 08:47 WIB
- Palu
Poin Utama
- Duduk dalam waktu lama sering menjadi rutinitas masyarakat yang bekerja menggunakan komputer atau menikmati hiburan melalui perangkat digital tanpa disadari.
- Posisi duduk yang terlalu lama tanpa diselingi gerakan dapat membuat tubuh kurang bergerak sepanjang hari dan menyebabkan otot menjadi kaku.
- Kebiasaan duduk lama dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada bagian punggung dan leher yang perlu diwaspadai untuk kesehatan jangka panjang.
RRI.CO.ID, Palu - Duduk dalam waktu lama sering menjadi bagian dari rutinitas masyarakat, terutama saat bekerja menggunakan komputer atau menikmati hiburan melalui perangkat digital. Kebiasaan tersebut terlihat sederhana, tapi jika dilakukan terus-menerus tanpa diselingi gerakan dapat berdampak pada kesehatan.
Posisi duduk yang terlalu lama dapat membuat tubuh kurang bergerak sepanjang hari. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan otot menjadi kaku dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada bagian punggung maupun leher.
Mengutip Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, duduk berjam-jam dengan posisi yang kurang tepat dapat menyebabkan ketegangan otot dan meningkatkan risiko nyeri punggung bawah. Posisi membungkuk, kepala terlalu menunduk, serta pola kerja yang monoton menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Tidak hanya menimbulkan keluhan pada otot dan punggung, terlalu lama duduk juga berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut perilaku sedentari dan kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular.
Kebiasaan sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi waktu duduk sepanjang hari. Masyarakat dapat berdiri secara berkala, berjalan mengambil air minum, melakukan peregangan ringan, atau mengubah posisi setelah duduk dalam waktu tertentu.
Kementerian Kesehatan juga menyarankan, agar seseorang tidak terus berada dalam posisi duduk dalam waktu panjang. Berdiri dan bergerak secara berkala dapat membantu meningkatkan aliran darah serta mengurangi tekanan akibat posisi duduk yang terlalu lama.
Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat atau dilakukan di pusat kebugaran. Berjalan, bersepeda, melakukan pekerjaan rumah, maupun aktivitas sehari-hari yang melibatkan gerakan tubuh juga termasuk aktivitas fisik.
Karena itu, masyarakat yang memiliki pekerjaan dengan durasi duduk panjang perlu menyisipkan gerakan di sela aktivitas. Kebiasaan sederhana untuk lebih sering berdiri dan berjalan dapat menjadi langkah awal menjaga tubuh tetap aktif serta mengurangi dampak gaya hidup sedentari. (gie')
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....