Duta Promosi Investasi Sulteng, Wadah Baru Kenalkan Potensi Daerah ke Investor

  • 21 Apr 2026 04:24 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Upaya memperkenalkan potensi investasi di Sulawesi Tengah terus diperkuat melalui kehadiran Duta Promosi Investasi Sulteng. Program ini menjadi salah satu strategi untuk mendorong penanaman modal dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan dekat dengan masyarakat.

Dalam wawancara bersama RRI, Pembina Duta Promosi Investasi Sulteng Rahmawati Karim menjelaskan bahwa peran mereka bukan sekadar promosi biasa, melainkan mengedukasi publik terkait peluang investasi di daerah.

“Duta promosi investasi ini sesuai namanya, mempromosikan penanaman modal. Tapi bukan untuk bisnis pribadi, melainkan potensi investasi yang ada di Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep duta ini mirip dengan duta pariwisata yang sudah lebih dikenal masyarakat. Namun, cakupannya lebih luas karena mencakup berbagai sektor unggulan daerah.

“Kalau duta pariwisata fokus di wisata, tapi ini lebih luas. Pariwisata tetap jadi bagian, selain itu ada juga UMKM dan sektor lain yang punya peluang investasi,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyebut tidak semua sektor menjadi fokus promosi aktif, seperti pertambangan yang dinilai sudah memiliki daya tarik tersendiri di mata investor.

“Kalau tambang, biasanya tidak terlalu kita dorong promosinya karena memang sudah banyak yang tahu. Tapi sektor lain seperti UMKM justru perlu kita angkat, dan itu kami lakukan dengan kolaborasi bersama dinas terkait seperti dinas perdagangan dan koperasi,” tambahnya.

Terkait sejarahnya, kegiatan pemilihan duta promosi investasi sebenarnya sudah ada sejak lama dan sempat berada di bawah naungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Namun, keberlanjutannya sempat terhenti akibat perubahan kebijakan.

“Kalau kegiatannya sudah lama ada, dulu langsung di bawah DPMPTSP. Tapi karena kebijakan bisa berubah, programnya sempat terputus,” jelasnya.

Untuk menjaga konsistensi program, kini Duta Promosi Investasi Sulteng telah dinaungi oleh sebuah yayasan yang baru berdiri sekitar dua tahun terakhir. Yayasan ini juga telah menjalin kerja sama resmi dengan DPMPTSP agar program dapat berjalan berkelanjutan.

“Makanya sekarang kita bentuk yayasan, baru sekitar dua tahun. Kita juga sudah MoU dengan DPMPTSP supaya program ini bisa terus berjalan,” tutupnya.

Dengan pendekatan kolaboratif dan dukungan kelembagaan yang lebih kuat, Duta Promosi Investasi Sulteng diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam memperkenalkan potensi daerah serta menarik minat investor ke Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....