Stand UMKM Lecker Palu Curi Perhatian di Posalia Sulteng Digifest 2026

  • 17 Agt 2026 15:34 WIB
  •  Palu

PALU, RRI.CO.ID – Kemeriahan rangkaian acara Posalia Sulteng Digifest 2026 yang diselenggarakan oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah di Palu Grand Mall (PGM) pada 11–17 Agustus 2026 tidak hanya menyuguhkan berbagai perlombaan bergengsi. Kehadiran puluhan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan di dalam venue acara turut menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Dari sekian banyak produk lokal yang dipamerkan, salah satu yang paling mencuri perhatian adalah stan dari Lecker Palu. Selain menjajakan aneka keripik renyah, UMKM kuliner lokal ini di serbu pengunjung berkat sajian kuliner tradisionalnya, yaitu Dampo Durian Asli Sulawesi Tengah. Produk olahan durian seberat 200 gram tersebut dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp25 ribu per bungkus.

Dampo durian atau yang kerap disebut juga dengan dompo durian, merupakan makanan tradisional khas Sulawesi yang diolah dari daging buah durian asli bercampur gula. Adonan tersebut dimasak dan dikeringkan hingga memadat dengan tekstur legit menyerupai dodol atau lempok, namun tetap mempertahankan cita rasa khas buah durian yang kuat.

Kehadiran inovasi produk dari Lecker Palu ini menjadi bukti nyata bagaimana UMKM lokal mampu menonjolkan komoditas unggulan daerah. Cita rasa khas durian Sulteng yang manis dan beraroma kuat berhasil disulap menjadi olahan bernilai tambah yang diminati masyarakat luas.

Langkah kreatif para pelaku UMKM ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat ini tengah gencar mendorong Sulawesi Tengah untuk menjadi salah satu sentra durian unggulan dunia melalui penguatan rantai produksi dan akselerasi ekspor. Pemerintah daerah bersama dunia usaha dan mitra strategis terus didorong untuk membangun ekosistem durian secara terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga ke hilir.

Melalui ajang Posalia Sulteng Digifest 2026, sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha kreatif terbukti mampu mengangkat potensi komoditas lokal ke tingkat yang lebih tinggi sekaligus memperkuat perekonomian daerah melalui sektor UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....