Rahasia di Balik Proses, Tantangan, dan Filosofi Dianatur's Ecoprint

  • 28 Mei 2026 13:16 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Di tengah hiruk pikuk industri fesyen yang serba cepat, Dianatur's Ecoprint hadir membawa angin segar dengan produk-produk ramah lingkungan yang sarat makna. Berdiri setahun yang lalu, Dianatur's Ecoprint telah berhasil menembus pasar internasional, membuktikan bahwa potensi lokal Palu mampu bersaing di kancah global.

Dian Husein, pemilik Dianatur's Ecoprint, menjelaskan bahwa proses pembuatan ecoprint membutuhkan ketelatenan dan waktu yang tidak singkat. Dimulai dari proses scoring untuk membersihkan kain dari minyak dan kotoran, dilanjutkan dengan mordan agar warna lebih meresap, penjemuran, hingga penataan daun dan pengukusan selama dua jam. Seluruh proses ini bisa memakan waktu hingga seminggu untuk satu lembar kain.

"Kami betul-betul punya inspiratif, punya banyak ide untuk mengembangkan daun ini jadi motif apa nantinya," ujarnya.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Dianatur's Ecoprint adalah dalam proses pewarnaan. Menggunakan bahan alami seperti daun mangga dan daun jati, dibutuhkan jumlah daun yang banyak dan proses pengolahan yang cermat untuk menghasilkan warna yang optimal.

"Kalau misalnya kainnya agak banyak, tentunya pewarnaannya juga harus lebih banyak di daun," jelasnya.

Selain itu, respons masyarakat terhadap harga produk ecoprint juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak yang kaget dengan harga yang ditawarkan.

"Sebenarnya kalau menurut saya sendiri harga ecoprint kami khusus Kota Palu itu termasuk di bawah harga yang ada di Jawa sana," ungkapnya.

Ia berpesan kepada perempuan dan anak muda yang ingin menekuni usaha kreatif dari rumah untuk tidak pernah berhenti belajar dan mencintai pekerjaan yang dilakukan. Selain itu penting menjaga mental dalam menjalankan UMKM.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....