Mengangkat Kopi Sulteng Lewat UMKM

  • 16 Feb 2026 13:47 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Ucok Pohan dari Rare Roastery, Kelompok Tani Rukun Makmur Palolo, hadir sebagai narasumber dalam program “Santai Siang Muda Kreatif” di RRI Programa 2 Palu. Dalam siaran tersebut, ia membahas topik “Menaikan Nilai Tambah Hasil Alam Kopi untuk UMKM Sulawesi Tengah” yang dinilai sangat relevan dengan potensi besar komoditas kopi di daerah ini. Perbincangan berlangsung hangat dan interaktif, mengangkat peluang sekaligus tantangan yang dihadapi pelaku usaha kopi lokal.

Ucok Pohan, yang dikenal sebagai penggerak di Rare Roastery dan bagian dari Kelompok Tani Rukun Makmur di Desa Palolo, menjelaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki kualitas kopi yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional. Namun, menurutnya, nilai tambah tidak cukup hanya pada budidaya.

“Petani dan pelaku UMKM harus mulai berpikir dari hulu ke hilir. Tidak hanya menjual biji mentah, tetapi masuk ke proses roasting, pengemasan, hingga membangun merek sendiri,” ujarnya di studio RRI Palu. Senin (16/2/2026).

Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, agar mampu mengelola kopi sebagai produk bernilai tinggi. Menurut Ucok, edukasi tentang kualitas pascapanen, teknik sangrai, dan standar rasa sangat menentukan daya saing. “Kalau kita serius menjaga kualitas dan konsistensi rasa, kopi Sulawesi Tengah punya peluang besar menembus pasar yang lebih luas. UMKM harus berani naik kelas,” tegasnya.

Selain itu, Ucok juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara petani, roaster, pemerintah, dan pelaku UMKM. Ia menyebutkan bahwa ekosistem kopi yang kuat hanya bisa terbangun jika semua pihak saling mendukung.

“Kami di Kelompok Tani Rukun Makmur percaya bahwa ketika petani sejahtera dan UMKM berkembang, maka dampaknya akan terasa bagi ekonomi daerah secara keseluruhan,” katanya.

Melalui program Santai Siang Muda Kreatif, kehadiran Ucok Pohan menjadi inspirasi bagi para pendengar, khususnya anak muda dan pelaku UMKM di Sulawesi Tengah. Diskusi tersebut tidak hanya membuka wawasan tentang potensi kopi lokal, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan keberanian untuk mengolah hasil alam menjadi produk bernilai tambah yang mampu mengangkat nama daerah di kancah yang lebih luas. (NDL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....