Literasi Keuangan Bentengi Masyarakat dari Jebakan Judi Online
- 04 Okt 2026 04:17 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Penguatan literasi keuangan dinilai penting untuk membantu masyarakat lebih kritis terhadap tawaran keuntungan cepat, termasuk judi online. Kemampuan mengelola keuangan dinilai dapat membantu masyarakat memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, sekaligus mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan keuangan.
Pendiri Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, mengatakan masyarakat masih mudah tergiur judi online karena ditawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Menurutnya, kondisi tersebut semakin berisiko ketika masyarakat belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menilai sebuah tawaran keuangan secara kritis.
Mardiyah juga menyoroti fenomena flexing di media sosial yang dapat memengaruhi cara sebagian masyarakat memandang kesuksesan finansial. Paparan gaya hidup tersebut, menurutnya, dapat membentuk anggapan bahwa kekayaan dapat diperoleh secara cepat tanpa memahami risiko yang menyertainya.
“Paradigma yang salah di masyarakat adalah menganggap ada cara cepat untuk menjadi kaya. Karena itu, kita harus mempertajam critical thinking agar mampu mengenali risiko dari setiap tawaran,” kata Mardiyah.
Ia mengatakan perkembangan internet memberikan peluang bagi masyarakat untuk belajar dan memperoleh informasi, namun juga menghadirkan berbagai risiko apabila tidak diimbangi kemampuan berpikir kritis dan mengelola keuangan. Bagi masyarakat yang sudah terjebak judi online, Mardiyah menyarankan tiga langkah, yakni berhenti, belajar, serta mengecek kembali kondisi keuangan dengan memetakan aset dan utang untuk menentukan langkah pemulihan.
Mardiyah menambahkan, penguatan literasi keuangan di Sulawesi Tengah membutuhkan edukasi yang berkelanjutan, mentor, serta ekosistem pendukung yang dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah dengan kondisi geografis yang menantang. Hannah Asa Indonesia menggunakan edukasi langsung, pesan, learning management system dan media sosial, dengan edukasi melalui pesan pada kuartal III 2026 disebut menjangkau sekitar 6.000 peserta, sementara edukasi literasi keuangan secara keseluruhan menjangkau lebih dari 3.000 peserta pada Juli hingga September.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....