Literasi Keuangan Inklusif, Siswa SLB Palu diajar Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

  • 21 Sep 2026 20:42 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Edukasi literasi keuangan diberikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus di SLB Cahaya Nurani Palu, Sulawesi Tengah, untuk membangun kemampuan mengelola uang secara mandiri sejak usia sekolah. Pembelajaran mencakup cara membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran, menabung hingga menyiapkan dana darurat.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari Bootcamp 108 yang digelar Hannah Asa Indonesia di SLB Cahaya Nurani Palu, Senin (21/9/2026). Kegiatan mengangkat tema “Cara Mengatur Keuangan Pribadi, Menabung, dan Menyiapkan Dana Darurat” dengan menghadirkan Nur Fauzan Maulana dan Rahmatillah sebagai AWPS Junior Trainer.

Pendiri Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, mengatakan literasi keuangan perlu diterapkan melalui kebiasaan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, peserta diperkenalkan pada tiga kategori dasar pengelolaan uang, yakni kebutuhan, keinginan dan tabungan, dengan kebutuhan ditempatkan sebagai prioritas.

“Dalam pembelajaran, kita perkenalkan kepada peserta ada tiga kategori dasar pengelolaan uang, yakni kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Di mana kebutuhan ditempatkan sebagai prioritas, sementara keinginan perlu dipertimbangkan dan sebagian uang dapat disisihkan untuk persiapan masa depan,” ucap Mardiyah.

Selain menabung, peserta juga diperkenalkan dengan prinsip menyisihkan, bukan menyisakan serta konsep dana darurat. Hannah Asa Indonesia menilai pendekatan menggunakan contoh konkret diperlukan agar peserta didik berkebutuhan khusus dapat memahami pengelolaan keuangan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari secara lebih mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....