Gubernur Sulteng Paparkan Kinerja Ekonomi Daerah dalam Apresiasi FRESH 2026

  • 07 Mei 2026 11:21 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah (FRESH) 2026 yang berlangsung di Sriti Convention Hall, Kamis 7 Mei 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah ini dinilai menjadi titik tolak strategis untuk memotret kondisi perekonomian daerah saat ini.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pertumbuhan daerah tercermin dari keuangan dari kondisi keuangan daerah. Ia menilai kesehatan fiskal daerah berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

"Karena kalau keuangannya bagus berarti tingkat pertumbuhan daerah itu bagus. Tapi kalau keuangannya macet-macet ya pasti juga kondisi masyarakat dan daerah juga ikut berpengaruh secara signifikan," ucap Anwar Hafid.



Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa di tengah ketidakpastian global, perekonomian Sulawesi Tengah menunjukkan tren positif. Pertumbuhan Triwulan I tahun ini, sebutnya, mencapai 8.32% yang didominasi oleh performa kuat pada sektor industri pengolahan.

"Sektor industri pengolahan masih menjadi motor utama perekonomian. Pertumbuhan berkontribusi 43,43% terhadap perekonomian daerah dan tumbuh 15,9% seiring peningkatan produksi nikel," tuturnya.

Meski demikian, ekonomi daerah mengalami kontraksi 6,98% jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2025. Salah satu faktornya adalah penurunan kinerja administrasi daerah.



"Kita mengalami pengurangan dana transfer daerah, tahun 2025 sebesar 530 miliar, tahun 2026 kita mengalami penurunan sebesar 1.2 triliun," tambah Anwar Hafid.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya mengoptimapkan sektor-sektor potensial guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu yang menjadi fokus utama adalah sektor pertanian dan perikanan.

Di akhir sambutannya, Gubernur Sulawesi Tengah menekankan pentingnya kolaborasi dari seluruh pihak untuk mewujudkan Sulteng Nambaso. Ia berharap hasil diskusi dari forum ini diikuti oleh aksi nyata di lapangan.



"Mudah-mudahan nanti akan lahir coretan-coretan, rekomendasi-rekomendasi yang bisa menjadikan salah satu bahan kajian pemerintah daerah bagaimana menata ekonomi Sulawesi Tengah yang lebih mandiri, yang lebih maju di masa yang akan datang," kata Anwar Hafid mengakhiri.

Kegiatan ini turut diisi dengan penyerahan buku Laporan Keuangan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi serta diskusi bersama bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan akademisi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....