OJK: Masyarakat Kurang Memahami Perbankan Syariah

  • 13 Apr 2026 07:48 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • OJK
  • Perbankan
  • Bank Syariah
  • Literasi Keuangan
  • Inklusi Keuangan
  • Masyarakat

RRI.CO.ID, Palu - Rendahnya pemahaman Masyarakat terkait perbankan syariah, menjadi perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini disampaikan Adi Sucipto Dwi Prasetyo, selaku Asisten Direktur OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam konferensi persnya di Aula RRI Makassar, Rabu, 8 April 2026.

Ia menyebut, rendahnya pemahaman ini dikarenakan masyarakat masih terbiasa dengan perbankan konvensional serta menganggap kedua jenis bank ini sama.

Hal ini, ditandai dengan indeks literasi keuangan syariah masyarakat sebesar 43,42 persen. Sementara, untuk Tingkat Inklusi Keuangan sebesar 13,41 persen.

Data ini merupakan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, yang dilaksanakan OJK bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Jadi, cukup miris melihat bahwa literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat rendah, padahal negara kita sebagian besar penduduknya adalah Muslim,” kata Adi.

Karena itu ia menegaskan, OJK berupaya memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat. Langkah itu dilakukan dengan datang ke sekolah, kampus, desa, serta media seperti RRI hari ini.

Hal ini diharapkan, dapat meningkatkan literasi Masyarakat tentang perbankan syariah. Sekaligus, dalam mendorong pengembangan dan penguatan perbankan ini ke depannya.

“Ini menjadi PR kita ke depan, karena baik dari sisi literasi dan akses, masih banyak masyarakat yang memilih konvensional,” ucap Adi.

Meski tak memiliki target tahunan dalam mendorong masyarakat menggunakan perbankan syariah, namun OJK tetap berupaya meningkatkan literasi dan inklusinya. Hal ini demi memastikan masyarakat, dapat mengguna sistem perbankan berdasarkan syariat, khususnya bagi umat Islam. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....