Lebaran Sering buat Masyarakat Lupa Diri secara Finansial

  • 06 Apr 2025 08:08 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Euforia Lebaran sering membuat masyarakat "lupa diri" dalam mengatur keuangan. Mulai dari berbelanja baju baru, menyiapkan hampers, hingga memberi Tunjangan Hari Raya (THR) berlebihan, seringkali membuat pengeluaran membengkak.

Akibatnya, banyak yang mengalami krisis keuangan pasca-Lebaran dan tidak memiliki dana darurat. Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, menyebut hal ini sebagai fenomena umum yang terjadi setiap tahun, terutama di kalangan keluarga muda dan masyarakat urban.

“Banyak yang terlalu fokus pada konsumsi saat Lebaran, dan lupa mempersiapkan kebutuhan setelahnya, termasuk dana darurat,” ujarnya dalam Fokus Kita di Pro 1 RRI Palu, Sabtu (5/4/2025).

Menurutnya, dana darurat adalah komponen penting dalam perencanaan keuangan yang seharusnya sudah disiapkan jauh-jauh hari. Termasuk, untuk mengantisipasi kebutuhan pasca-Lebaran seperti biaya pendidikan anak, tagihan, atau kebutuhan mendadak lainnya.

Ia pun menyarankan masyarakat untuk mulai mengevaluasi pengeluaran Lebaran, membuat anggaran sederhana, dan mengisi kembali dana darurat.

“Kembalikan mindset bahwa Lebaran bukan ajang pembuktian status sosial, dan tetap utamakan stabilitas finansial keluarga,” ucap Mardiyah.

Sementara Alya, warga Kota Palu mengaku, tahun ini ia mengalami kesulitan keuangan usai Lebaran akibat pengeluaran yang tidak terkendali.

“Tiap tahun pasti kejadian, kalap belanja pas Lebaran, apalagi banyak keponakan datang, jadi merasa wajib kasih THR,” katanya.

Ia berharap, ke depan dapat lebih bijak dan mulai belajar membuat anggaran, terutama dana darurat untuk menghindari situasi serupa. (UKJ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....