Panen Raya Jagung di Desa Lobu Mandiri, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- 16 Jun 2026 17:06 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menggelar Panen Raya Jagung di Desa Lobu, Kecamatan Parigi Barat, Senin 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan produksi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Panen raya dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, SH, MH, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, S.Kom, Wakil Bupati H. Abdul Sahid, S.Pd., M.Pd., Ketua DPRD Parigi Moutong Drs. Alfres Masboy Tonggiroh, M.Si., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, pengurus BUMDes, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kajati Sulteng Zullikar Tanjung menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan seluruh pihak yang telah mendukung program pengembangan pertanian tersebut. Menurutnya, panen raya ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang harus terus dikembangkan guna mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. Program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi harus terus dilanjutkan dan dikembangkan demi mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah desa, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan masyarakat didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif yang belum tergarap agar mampu meningkatkan produksi pangan dan nilai ekonomi masyarakat.
Zullikar juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ia turut memotivasi para petani dengan menceritakan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga petani hingga dipercaya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.
“Saya bangga lahir dari keluarga petani. Jangan pernah merasa rendah menjadi petani, karena dari tangan para petanilah lahir generasi-generasi yang kelak menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menegaskan bahwa panen raya jagung bukan sekadar seremoni, melainkan hasil nyata dari kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Panen raya ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat bekerja bersama, hasil yang dicapai mampu memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Erwin menjelaskan bahwa Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sulawesi Tengah. Beberapa wilayah dengan produksi tinggi antara lain Kecamatan Bolano, Bolano Lambunu, Toribulu, Ongka Malino, hingga Parigi Barat.
Ia berharap keberhasilan panen raya di Desa Lobu dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan-lahan tidur yang masih tersedia guna meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada BUMDes Lobu Mandiri yang dinilai berperan aktif dalam mendukung pengembangan sektor pertanian desa. Menurutnya, BUMDes harus terus didorong menjadi lembaga ekonomi desa yang profesional, mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.
“Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong terwujudnya desa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.
Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi desa. Dari 278 desa di Kabupaten Parigi Moutong, sekitar 50 desa telah membentuk koperasi tersebut dan jumlahnya terus bertambah.
Bupati juga mendorong pengembangan produk olahan berbahan dasar jagung guna meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Menurutnya, hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi perlu diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Kita ingin ada nilai tambah dari komoditas jagung ini. Dengan pengolahan yang baik, hasil pertanian akan memiliki daya saing lebih tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Ketahanan Pangan menyerahkan bantuan bibit jagung kepada Ketua Kelompok Tani Fatulimbo bersama Pemerintah Desa Lobu. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan luas tanam dan produktivitas jagung di wilayah setempat.
Panen Raya Jagung di Desa Lobu merupakan tindak lanjut program penanaman jagung yang telah dilaksanakan pada 12 Februari 2026 dengan dukungan Kejati Sulawesi Tengah, Kejari Parigi Moutong, dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Ketahanan Pangan.
Lahan yang dikelola Kelompok Tani Meringah Lobu Mandiri seluas lima hektare, dengan empat hektare di antaranya dipanen pada kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil ubinan, produksi jagung pipil basah mencapai 14.230 kilogram atau setara sekitar 10–14 ton jagung pipil kering per hektare.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa bantuan benih jagung varietas NK 212 mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mendukung kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan ditutup dengan panen jagung bersama sebagai simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, sektor pertanian Kabupaten Parigi Moutong diharapkan semakin maju, mampu meningkatkan kesejahteraan petani, serta memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah dan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....