BPBD Sulteng Tekankan Mitigasi Banjir di Bantaran Sungai
- 16 Jan 2026 15:48 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Penyebab terjadinya banjir dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah aktivitas penggerusan sungai yang dilakukan tanpa memperhatikan kondisi infrastruktur serta keberadaan rumah masyarakat di bantaran Sungai.
Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudhiyanto, saat saat mengisi program Pro 1 RRI Palu "Dialog Kentong" pada Selasa, 13 Januari 2026. Dialog bertajuk Upaya Peningkatan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Musim Penghujan tersebut juga menghadirkan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG GAW LBB Palu, Solih Alfiandy.
Asbudhiyanto menjelaskan, dari pengamatan yang telah dilakukan oleh BPBD Sulawesi Tengah, pengambilan material di wilayah sungai tanpa memerhatikan kondisi dasar sungai dapat menjadi salah satu penyebab banjir. Terlebih, jika galian yang dilakukan terlalu dalam sehingga menyebabkan rumah warga dan infrastruktur menjadi menggantung dan rentan terdampak saat debit air meningkat.
"Jangan sampai galiannya sudah terlalu jauh di dasar sungai sehingga beberapa rumah masyarakat maupun infrastruktur yang telah dibangun pemerintah terancam karena telah menggantung," ujar Asbudhiyanto.
Baca Juga : BPBD Sulteng Rekam 263 Kejadian Bencana Tahun 2025
Dikesempatan tersebut, ia juga mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai, agar tidak menutup alur sungai. Penutupan atau penyempitan alur sungai dapat menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan luapan saat hujan dengan intensitas tinggi.
"Diharapkan agar masyarakat juga tidak menutup alur alam yang sudah terbentuk atau membuat penyempitan, karena alur alam tersebut terbentuk secara alami berdasarkan hasil tangkapan air," ucapnya.
Ashbudiyanto juga memastikan BPBD Sulawesi Tengah akan terus meningkatkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan. Edukasi tersebut difokuskan pada upaya mitigasi dan peningkatan kesadaran warga, termasuk yang tinggal di wilayah rawan banjir seperti bantaran sungai.
"Kami harus lebih sering memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi bencana ditengah intensitas hujan yang tinggi seperti saat ini," tutur Asbudhiyanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....