BPBD Sulteng Rekam 263 Kejadian Bencana Tahun 2025
- 04 Jan 2026 18:59 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 263 kejadian bencana terjadi di seluruh wilayah provinsi sepanjang tahun 2025. Data tersebut dirilis melalui infografis Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD Sulteng yang menunjukkan tingginya tingkat kerawanan bencana alam maupun non-alam di daerah ini.
Berdasarkan catatan BPBD, Kabupaten Parigi Moutong menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak, yakni 50 kejadian. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Buol dengan 33 kejadian dan Kabupaten Toli-Toli sebanyak 31 kejadian. Daerah lain yang juga mencatat angka cukup tinggi antara lain Kabupaten Donggala dan Kabupaten Poso masing-masing 27 kejadian, Kabupaten Morowali Utara 22 kejadian, Kabupaten Banggai 16 kejadian, Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Sigi masing-masing 15 kejadian.
Sementara itu, Kota Palu tercatat mengalami 6 kejadian bencana. Kabupaten Banggai Kepulauan melaporkan 6 kejadian, sedangkan Kabupaten Banggai Laut mencatat 5 kejadian sepanjang tahun 2025.
Dari sisi jenis bencana, abrasi pantai menjadi kejadian yang paling mendominasi dengan 35 kasus. Selanjutnya disusul angin puting beliung sebanyak 32 kejadian, banjir 18 kejadian, banjir rob 14 kejadian, serta kombinasi banjir dan tanah longsor sebanyak 10 kejadian. Selain itu, tercatat pula gempa bumi dan tanah longsor masing-masing 6 kejadian, serta kebakaran hutan dan lahan sebanyak 5 kejadian.
Rangkaian bencana tersebut menimbulkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat. BPBD Sulteng mencatat sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 67 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 12.305 kepala keluarga atau setara dengan 54.783 jiwa terpaksa mengungsi akibat terdampak bencana.
Kerusakan infrastruktur juga cukup signifikan. Sebanyak 883 rumah warga dilaporkan rusak, 39 rumah sakit dan puskesmas terdampak, serta 139 tempat ibadah mengalami kerusakan. Di sektor pendidikan, 110 sarana pendidikan terdampak bencana. Selain itu, bencana juga merusak 8.969 hektare lahan pertanian, 59 jembatan, 21 jaringan irigasi, serta 20 fasilitas umum lainnya.
BPBD Sulawesi Tengah menilai data ini menjadi pengingat pentingnya penguatan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanggulangan bencana secara terpadu. Dengan kondisi geografis dan cuaca yang rentan, peningkatan kewaspadaan dan kesiapan seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana di masa mendatang. (FQ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....