Rasa Cinta dan Bangga pada Budaya Bantu Pelestarian Bahasa Daerah Kaili
- 01 Jun 2026 10:51 WIB
- Palu
Poin Utama
- Upaya pelestarian bahasa Kaili di Sulawesi Tengah
- Menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya sendiri
- Persoalan utama terletak pada semakin pudarnya rasa cinta terhadap identitas budaya lokal
- Anak muda merasa lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa gaul
- Perlunya kampanye kebudayaan yang lebih masif dan berkelanjutan
RRI.CO.ID, Palu - Upaya pelestarian bahasa Kaili di Sulawesi Tengah dinilai tidak cukup hanya melalui program pemerintah atau pembelajaran di sekolah. Hal yang paling mendasar adalah menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya sendiri, terutama di kalangan generasi muda.
Ketua Libu Mombine To Kaili Sulawesi Tengah, Nurmiati Habibu, menyebut menurunnya penggunaan bahasa Kaili saat ini bukan semata karena sulit dipelajari atau tidak relevan dengan perkembangan zaman. Persoalan utama, katanya, justru terletak pada semakin pudarnya rasa cinta terhadap identitas budaya lokal.
"Ini terlihat dari semakin jarangnya bahasa Kaili digunakan dalam kehidupan sehari-hari," katanya saat diwawancarai RRI beberapa waktu lalu.
Nurmiati mengatakan, banyak anak muda bahkan yang lahir dan besar di Sulawesi Tengah tidak lagi memahami percakapan sederhana dalam bahasa daerahnya sendiri. Sebagian di antaranya bahkan merasa lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa gaul, dibandingkan bahasa ibu yang diwariskan leluhur mereka.
Padahal, menurutnya, masyarakat yang tinggal dan tumbuh di tengah budaya Kaili semestinya memiliki kedekatan emosional dengan bahasa daerah tersebut. Sebab bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat.
"Yang kami ingin tanamkan sebenarnya adalah rasa memiliki dulu, karena ketika kita sudah memiliki pasti rasa cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya," ucap Nurmiati.
Selain itu, Nurmiati juga menyoroti perlunya kampanye kebudayaan yang lebih masif dan berkelanjutan. Ia menekankan, pelestarian bahasa daerah harus dilakukan melalui berbagai ruang, mulai dari keluarga hingga kegiatan publik yang melibatkan generasi muda.
Ia pun menegaskan, pengenalan bahasa dan budaya lokal sejak usia dini menjadi langkah penting untuk membangun kebanggaan terhadap warisan budaya daerah. Dengan tumbuhnya rasa cinta terhadap identitas lokal, ujar Nurmiati, generasi muda diharapkan tidak lagi malu menggunakan bahasa Kaili dalam kehidupan sehari-hari. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....