Gufran Ahmad: Pengusaha Lokal Harus Masuk Rantai Pasok Industri
- 17 Sep 2026 07:48 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong pengusaha lokal untuk mengambil peran lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui kemitraan dengan industri dan investasi yang berkembang di daerah ini.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Kadin Sulteng Gufran Ahmad dalam pelantikan dan pengukuhan Pengurus Kadin Sulteng periode 2026-2031 di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu, Rabu, 16 September 2026 malam. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pengurus itu dimpimpin langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie.
Gufran mengatakan, Sulawesi Tengah memiliki sumber daya alam yang kaya dan posisi geografis strategis, sehingga berpeluang menjadi salah satu poros baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, pertumbuhan tersebut harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia usaha dan masyarakat lokal.
“Kita ingin pengusaha lokal menjadi bagian dari pertumbuhan. Kita ingin mereka menjadi mitra industri, masuk dalam rantai pasok, UMKM mendapatkan pasar, tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan, dan peningkatan kompetensi, serta masyarakat mendapatkan manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi,” ujar Gufran.
Menurutnya, investasi dari luar daerah maupun luar negeri tetap dibutuhkan untuk menghadirkan modal, teknologi, pengalaman, dan jaringan pasar. Namun, masuknya investasi harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas pengusaha lokal.
| Baca juga: Mahasiswa Diajak Cinta Budaya Lokal |
Gufran menegaskan, Kadin Sulteng tidak ingin hanya menjadi organisasi yang menjalankan kegiatan seremonial. Kadin harus berperan sebagai penghubung antara pemerintah, investor, dan pelaku usaha, termasuk mempertemukan investor dengan pengusaha lokal yang memiliki kompetensi.
“Kadin harus menjadi dinamisator dunia usaha, jembatan antara peluang dan pelaku usaha, serta support sistem penting bagi pemerintah daerah. Ketika pemerintah memiliki program, Kadin harus mampu menerjemahkan menjadi peluang bagi dunia usaha ketika investor datang,” katanya.
Kadin Indonesia Dorong Sulteng Manfaatkan Potensi Ekonomi

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan optimisme terhadap potensi ekonomi Sulawesi Tengah. Menurutnya, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya terletak pada sektor pertambangan dan hilirisasi nikel, tetapi juga pada pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Anindya mengatakan, potensi tersebut perlu diperkenalkan lebih luas kepada jaringan usaha dan investor, termasuk melalui jejaring Kadin Indonesia.
“Kalau hilirisasi nikel silakan. Tapi saya yakin banyak yang belum tahu mengenai yang lain-lain seperti yang pertanian, perkebunan, dan perikanan. Saya coba sendiri tadi luar biasa kelapanya. Lalu duriannya, cokelatnya. Belum lagi karena lokasinya tepat di tengah sangat luas perikanan,” ujar Anindya.
Di samping itu, ia menilai posisi Indonesia dalam kerja sama ekonomi internasional, termasuk BRICS, dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses perdagangan dan investasi. Kadin Indonesia, kata dia, juga memiliki jaringan hubungan dengan para perwakilan negara sahabat yang dapat menjadi ruang promosi potensi usaha daerah khususnya Sulawesi Tengah.
"Saya rasa Sulawesi Tengah bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk jualan. Jualan lebih banyak lagi karena punya banyak hal yang bisa dijual," ucapnya.
Pemprov Sulteng Buka Peluang Kolaborasi Investasi

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk berkolaborasi dengan Kadin Indonesia dan Kadin Sulteng dalam mengembangkan perekonomian daerah.
| Baca juga: Ramadan Hadapi Tantangan Aksara Kaili Modern |
Reny mengatakan, pengembangan ekonomi Sulteng perlu diarahkan tidak hanya pada sektor nikel, tetapi juga pertanian, perkebunan, dan perikanan yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Ia menyebut rencana pengembangan pertanian melalui cetak sawah seluas 3.000 hektare sebagai salah satu upaya mendorong produktivitas pangan daerah.
"Jadi, dulunya dalam satu cetak sawah hanya bisa 4 ha. Tapi sekarang bisa sampai 12 ton dalam 1 ha. Dan insyaallah nanti Provinsi Sulawesi Tengah ini juga akan jadi lumbung pangan, lumbung padi," sebut dia.
Selain itu, Reny menyoroti potensi durian dan rumput laut yang dinilai dapat menjadi peluang investasi serta kerja sama bagi dunia usaha.
"Kami banyak punya rumput laut. Siapa tahu ada investor yang mau masuk, mari. kita dapat kerja sama di Provinsi Sulawesi Tengah," ujar Reny
“Kami welcome untuk kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit, Pak. Yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan,” katanya melanjutkan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kadin Sulteng dapat memperkuat investasi, mendorong prestasi dunia usaha, serta memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya di Sulawesi Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....