12 Tahun Menyusun Tata Bahasa Kaili Rai untuk Generasi

  • 22 Agt 2026 20:02 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Upaya menjaga bahasa daerah terus dilakukan di tengah kekhawatiran semakin banyak generasi muda yang tidak lagi memahami bahasa ibu. Salah satunya dilakukan Muhammad Nur Lapa Nginju bersama tim melalui penyusunan buku tata bahasa Kaili Rai. Proses penyusunan buku tersebut disusun sejak 2012 dan rampung pada 2026.

Muhammad Nur Lapa Nginju mengatakan, penyusunan buku tersebut bukan pekerjaan singkat karena membutuhkan penelitian dan pendalaman terhadap tata bahasa Kaili Rai.

“Kami mulai menyusun sejak 2012 dan baru bisa diselesaikan serta diluncurkan pada 2026. Kami ingin meninggalkan literatur agar generasi berikutnya masih punya bahan untuk mempelajari Kaili Rai,” ujar Muhammad Nur Lapa Nginju, penulis buku.

Menurutnya, keterbatasan literatur menjadi salah satu persoalan dalam upaya mempertahankan bahasa Kaili Rai. Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran bahasa daerah menjadi semakin sulit bagi generasi muda.

Buku tata bahasa Kaili Rai diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan untuk mempelajari struktur dan penggunaan bahasa tersebut secara lebih sistematis. Kehadirannya juga menjadi dokumentasi penting bagi keberlangsungan bahasa daerah.

Muhammad Nur Lapa Nginju berharap buku tersebut tidak berhenti sebagai karya dokumentasi. Ia ingin generasi muda, lembaga pendidikan, serta masyarakat dapat memanfaatkannya untuk mengenal kembali bahasa Kaili Rai.

Penyusunan selama 12 tahun itu sekaligus menunjukkan bahwa menjaga bahasa ibu membutuhkan kesabaran dan komitmen panjang. Di tengah perkembangan bahasa dan budaya global, dokumentasi menjadi langkah penting agar bahasa Kaili Rai tidak kehilangan jejaknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....