Sekolah Tani Muda Indonesia Dorong Regenerasi Petani di Sulteng

  • 14 Agt 2026 09:21 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Minimnya ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian menjadi perhatian komunitas Pande Mangande di Sulawesi Tengah. Kondisi tersebut mendorong Pande Mangande menghadirkan program Sekolah Tani Muda Indonesia untuk memperkenalkan pertanian kepada generasi muda.

COO Pande Mangande, Pradani Salsabilla, mengatakan regenerasi petani penting dilakukan karena sebagian besar petani saat ini berasal dari kelompok usia yang lebih tua. Menurutnya, anak muda perlu melihat pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan.

"Petani-petani sekarang itu sudah lanjut usia semua. Jadi, kakek-kakek itu yang masih menanam," ujar Pradani dalam Program Sore Ceria PRO 2 Palu.

Pradani menjelaskan, Sekolah Tani Muda Indonesia tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai kegiatan bercocok tanam. Peserta juga akan diperkenalkan dengan teknologi, inovasi pertanian, pengembangan produk, serta peluang ekonomi dari sektor pangan.

Program tersebut menyasar pemuda, pelajar, mahasiswa, komunitas anak muda, dan petani milenial berusia 18 hingga 30 tahun. Peserta tidak harus berasal dari jurusan pertanian karena program terbuka bagi anak muda dari berbagai latar belakang pendidikan.

Menurut Pradani, perkembangan teknologi membuat pertanian memiliki wajah yang berbeda dibandingkan anggapan sebagian masyarakat. Penggunaan mesin, drone, hidroponik, hingga teknologi pengolahan hasil pertanian membuka ruang bagi anak muda untuk terlibat.

Pande Mangande berharap Sekolah Tani Muda Indonesia dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap pertanian. Program tersebut juga diharapkan melahirkan petani muda yang kreatif, berkarya, dan mampu mengembangkan potensi pangan lokal Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....