Perpustakaan Kini Berubah, Anak Muda Mulai Betah Datang untuk Berdiskusi

  • 28 Jul 2026 20:00 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Gambaran perpustakaan sebagai ruangan sepi dengan rak-rak buku yang jarang dikunjungi perlahan mulai berubah. Kini, fasilitas tersebut hadir dengan wajah yang lebih modern dan diarahkan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Munashir, mengatakan stigma tentang perpustakaan yang membosankan perlahan mulai berubah. Menurutnya, berbagai pembenahan dilakukan agar perpustakaan menjadi tempat yang lebih ramah dan diminati masyarakat.

"Kalau dulu perpustakaan itu terkesan seram, gelap, dan membosankan. Sekarang sudah berubah menjadi tempat yang nyaman sehingga orang ingin datang dan belajar," ujar Munahsir saat menjadi narasumber dalam Program Kita Indonesia di RRI Pro 1 Palu.

Ia mengungkapkan perubahan tersebut juga terlihat dari kebiasaan anak muda di Kota Palu yang mulai menjadikan membaca sebagai aktivitas bersama. Bahkan, tidak sedikit komunitas yang berkumpul di kafe dengan membawa buku masing-masing sebelum berdiskusi mengenai isi bacaan.

Menurut Munashir, kebiasaan tersebut menjadi langkah positif di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Membaca buku dinilai mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam karena informasi yang disajikan telah melalui proses riset, penyuntingan, dan kurasi.

Selain menghadirkan fasilitas yang lebih representatif, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah juga mengikuti perkembangan teknologi melalui aplikasi iPu Sulteng. Aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat mengakses ribuan koleksi buku digital kapan saja tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.

Tak hanya itu, perpustakaan juga terus mengembangkan berbagai layanan, mulai dari perpustakaan keliling, ruang baca anak, hingga kegiatan mendongeng untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini. Ia berharap berbagai inovasi tersebut dapat membuat perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi ruang belajar yang menyenangkan.

Menutup perbincangan, Munashir mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai meluangkan waktu membaca sesuai minat masing-masing. Ia menilai kebiasaan sederhana tersebut dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sekaligus membantu masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....