Jangan Cuma Scroll Medsos, Ini Kebiasaan yang Bikin Anak Muda Makin Cerdas

  • 28 Jul 2026 20:04 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Di tengah derasnya arus informasi digital, anak muda dituntut tidak hanya mengikuti tren di media sosial, tetapi juga mampu menyaring informasi secara kritis. Budaya literasi pun menjadi bekal penting agar generasi muda memiliki wawasan yang lebih luas dan tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Munashir, mengatakan bahwa citra membaca buku kini mulai berubah di kalangan anak muda. Menurutnya, membaca bukan lagi aktivitas yang membosankan, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup yang positif.

"Kalau sekarang, anak muda yang suka membaca justru terlihat lebih keren. Smart is the new sexy, karena mereka memiliki wawasan yang luas dan mampu berdiskusi dengan berbagai kalangan," ujarnya saat menjadi narasumber dalam program Kita Indonesia di RRI Pro 1 Palu.

Munashir menjelaskan, membaca buku memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan hanya menghabiskan waktu berjam-jam menggulir media sosial. Sebab, buku telah melalui proses riset, penyuntingan, dan kurasi sehingga informasi yang disampaikan lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga melihat tren positif mulai tumbuh di Kota Palu dengan hadirnya komunitas anak muda yang gemar membaca. Tidak sedikit dari mereka yang berkumpul di kafe sambil membawa buku, kemudian mendiskusikan isi bacaan bersama teman-temannya.

Untuk mendukung budaya literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah terus berinovasi melalui penyediaan gedung perpustakaan yang lebih representatif di Jalan Banteng, Kota Palu. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses ribuan koleksi buku digital melalui aplikasi iPu Sulteng yang dapat diunduh secara gratis.

Selain menghadirkan layanan digital, perpustakaan juga memiliki berbagai program seperti perpustakaan keliling, ruang baca anak, hingga kegiatan mendongeng. Beragam layanan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus mendekatkan perpustakaan dengan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kebiasaan sederhana seperti membaca beberapa halaman setiap hari dapat menjadi langkah awal membangun budaya literasi sekaligus menghindarkan masyarakat dari hoaks dan informasi yang menyesatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....