Komunitas Ayo Bermain Palu Hidupkan Permainan Tradisional
- 27 Jul 2026 14:06 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Ruang publik Lapangan Vatulemo Kota Palu kini tampak makin hidup setiap Jum'at malam. Kehadiran komunitas Ayo Bermain Palu menjadi daya tarik baru bagi masyarakat kota yang ingin melepas penat sekaligus bernostalgia dengan ragam permainan tradisional.
Meskipun terbilang baru dan berjalan sekitar tiga bulan, komunitas ini berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari warga Palu. Pengurus komunitas, Haruki dan Try Zaskya Amelia, mengungkapkan bahwa ide awal pembentukan komunitas ini terinspirasi dari kegiatan serupa di Ibu Kota.
"Awalnya ada tiga admin yang berpikir kenapa tidak buat hal serupa di sini, lalu coba diunggah ke media sosial," ujar Sasa saat diwawancarai dalam program talkshow Pro 2 RRI Palu.
Respon masyarakat ternyata di luar ekspektasi para pendiri. Pada pertemuan pertama saja, ratusan warga langsung memadati lokasi bermain. Bahkan, antusiasme tersebut tidak hanya datang dari pemuda dan anak-anak, tetapi juga sempat di hadiri Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin yang turut serta bermain bersama.
Kini, setiap Jum'at malam, jumlah warga yang berpartisipasi maupun menonton bisa mencapai 300 hingga 500 orang. Antusiasme yang melunjak ini sempat membuat pengurus menata ulang area bermain dan menambah jenis permainan.
"Waktu hari pertama dan kedua tempatnya masih kecil, jadi yang mau main harus ngantri lama. Akhirnya kita minta izin untuk nambah lokasi dan nambah permainan. Sekarang tempatnya lumayan luas," tambah Try Zaskya Amelia.
Saat ini, komunitas yang digerakkan oleh sembilan pengurus ini menyediakan berbagai jenis permainan tradisional. Beberapa permainan yang menjadi favorit pengunjung di antaranya benteng-bentengan, kelahar (kelereng), dan lompat karet.
Dalam waktu dekat, mereka juga berencana menambah sarana permainan egrang yang saat ini sedang dalam proses pembuatan. Menariknya, kehadiran komunitas ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi para generasi muda dan sarana nostalgia bagi generasi sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....