Komunitas Belajar Bahasa Indonesia Bina Penutur Asing dari Empat Negara

  • 19 Jul 2026 10:28 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Komunitas Belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (KBB BIPA) Sulawesi Tengah terus memperkuat upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui pembelajaran bagi warga negara asing. Sejak berdiri pada 2024, komunitas tersebut aktif mengajarkan bahasa sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada para pembelajar dari berbagai negara.

Hingga pertengahan 2026, KBB BIPA telah membina empat pembelajar yang berasal dari empat negara berbeda. Seluruh peserta kini telah mencapai jenjang BIPA 4 atau level madya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Pengurus KBB BIPA Sulawesi Tengah, Muhammad Nadif Yamani, mengatakan komunitas ini merupakan mitra Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah dan Asosiasi Pengajar dan Penggiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APP BIPA). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan Bahasa Indonesia di tingkat internasional.

Menurut Nadif, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kemampuan berbahasa. Para peserta juga dikenalkan dengan budaya, nilai, dan kebiasaan masyarakat Indonesia agar lebih mudah beradaptasi selama berada di Tanah Air.

"Kami tidak hanya mengajarkan bahasa Indonesia, tetapi juga mentransfer budaya Indonesia agar para pembelajar asing memahami karakter masyarakat, nilai-nilai, serta kehidupan sehari-hari di Indonesia secara lebih utuh," ujar Nadif dalam program Ngobras, Sabtu (18/07/2026) di RRI Palu.

Ia menjelaskan, kurikulum yang digunakan mengacu pada jenjang BIPA mulai dari tingkat pemula, madya hingga mahir. Seluruh materi pembelajaran memanfaatkan bahan ajar resmi melalui platform BIPA Daring yang disediakan Kementerian Pendidikan.

Pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel sesuai kebutuhan peserta. Kelas tatap muka digelar di Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, sementara peserta yang berada di luar daerah mengikuti pembelajaran secara daring.

Ke depan, KBB BIPA berkomitmen memperluas jangkauan layanan dan membuka kesempatan bagi lebih banyak generasi muda untuk bergabung sebagai pengajar maupun relawan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Sulawesi Tengah dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....