Pelatihan BKMT Sulteng Diserbu Peserta, Lampaui Target

  • 21 Jul 2026 21:02 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Antusiasme pengurus dan anggota Majelis Taklim mengikuti Pelatihan Pembinaan Manajemen Majelis Taklim yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sulawesi Tengah mendapat respons luar biasa. Kegiatan bertema "Mewujudkan Majelis Taklim yang Profesional, Mandiri, dan Berdaya Saing dalam Membangun Masyarakat Qur'ani" itu berlangsung di Ruang Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Minggu (20/7/2026).

Semula panitia hanya menargetkan sebanyak 150 peserta. Namun, tingginya minat masyarakat membuat jumlah peserta yang hadir membengkak hingga 250 orang, bahkan setelah pendaftaran resmi ditutup.

Peserta tidak hanya berasal dari Kota Palu, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Beberapa di antaranya berasal dari wilayah Pantai Barat Kabupaten Donggala yang rela menempuh perjalanan jauh demi mengikuti pelatihan sebagai bekal memperkuat tata kelola organisasi majelis taklim di daerah masing-masing.

Ketua Panitia Pelatihan, Dr. Hj. Rustina, M.Pd., mengaku tidak menyangka tingginya animo masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat para peserta menjadi bukti bahwa majelis taklim memiliki keinginan kuat untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas organisasi.

"Target awal kami hanya 150 peserta, tetapi yang hadir mencapai sekitar 250 orang. Bahkan ada ibu-ibu dari Pantai Barat Donggala yang tetap datang meski pendaftaran sudah kami tutup. Ini menunjukkan semangat belajar dan keinginan mereka untuk membangun majelis taklim yang lebih profesional sangat tinggi," ujar Rustina.

Ia menambahkan, para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh disiplin, mulai sejak pagi hingga pukul 17.00 WITA. Meskipun berlangsung pada hari libur, para ibu tetap bertahan mengikuti materi tanpa meninggalkan ruangan sebelum kegiatan berakhir.

Pelatihan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas pengurus majelis taklim dalam mengelola organisasi secara lebih modern. Materi yang diberikan mencakup penyusunan administrasi organisasi, tata kelola keuangan yang akuntabel, penyusunan program kerja berbasis prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), hingga penguatan kepemimpinan organisasi.

"Kami ingin mengubah pola pengelolaan majelis taklim yang selama ini masih bersifat sederhana menjadi lebih tertata, profesional, memiliki administrasi yang baik, program kerja yang terukur, serta pengelolaan keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan," tambahnya.

Melalui pelatihan ini, BKMT Sulawesi Tengah berharap seluruh pengurus majelis taklim mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di daerah masing-masing. Penguatan manajemen organisasi diharapkan menjadi fondasi lahirnya majelis taklim yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta semakin berdaya saing dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....