Duta Bahasa Sulteng Soroti Regenerasi Penutur Daerah

  • 13 Jul 2026 19:43 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Bahasa daerah di Sulawesi Tengah menghadapi tantangan dalam regenerasi penutur. Generasi muda dinilai semakin jarang menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sehingga diperlukan upaya bersama untuk menjaga keberlangsungannya.

Hal tersebut disampaikan para Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2026 saat menjadi narasumber dalam Program Jaga Malam Pro 2 Palu. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2026, yakni Arini Syafira Ridwan, Rizky Anugrah Mandua, dan Rizki Zahra Syamsiyyah.

“Banyak anak muda yang malu menggunakan bahasa daerahnya,” kata Arini.

Rizky mengatakan, belum meratanya penerapan mata pelajaran bahasa daerah menjadi salah satu tantangan dalam upaya regenerasi penutur. Akibatnya, tidak semua peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mempelajari bahasa daerah secara terstruktur di lingkungan sekolah.

“Tidak semua sekolah menerapkan pelajaran bahasa daerah sebagai muatan lokal,” ujarnya. Kondisi tersebut membuat pengenalan bahasa daerah kepada pelajar belum berjalan maksimal.

Para Duta Bahasa menilai penggunaan bahasa daerah perlu dibiasakan sejak usia dini agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya. Keluarga menjadi lingkungan pertama yang berperan mengenalkan bahasa ibu, sementara sekolah dapat memperkuatnya melalui pembelajaran dan kegiatan budaya.

Melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, Duta Bahasa Sulawesi Tengah berharap semakin banyak generasi muda yang percaya diri menggunakan bahasa daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan bahasa daerah sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....