Budaya Kaili Jadi Perekat Kerukunan Antarumat Beragama
- 26 Jun 2026 06:10 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menyampaikan bahwa budaya lokal masyarakat Kaili berperan penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Palu. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Seminar 1 Abad Gereja Bala Keselamatan Korps 1 Palu, Rabu (24/6/2026).
Dalam pemaparannya, Prof. Zainal menjelaskan bahwa falsafah hidup masyarakat Kaili seperti Nosarara Nosabatutu dan Sintuvu menjadi perekat sosial yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
"Budaya Kaili mengajarkan kita untuk melihat sesama sebagai saudara. Karena itu, perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun dan saling membantu," jelasnya.
Menurutnya, hubungan kekerabatan dalam masyarakat Kaili bahkan sering kali melampaui batas-batas identitas keagamaan.
"Dalam satu keluarga besar, ada yang menjadi Muslim taat, ada pula yang aktif sebagai jemaat Bala Keselamatan. Namun ketika ada hajatan, pernikahan atau kedukaan, semuanya bergotong royong tanpa mempersoalkan perbedaan agama," ujar Prof. Zainal.
Prof. Zainal mengatakan, tradisi saling menghormati di masyarakat Kaili juga terlihat dalam berbagai kegiatan sosial dan adat yang mempertimbangkan keberagaman pemeluk agama.
Ia menambahkan, nilai-nilai budaya tersebut turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan di Kota Palu hingga saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....