Arkom dan Rindang ID Kolaborasi Suarakan Isu Lingkungan

  • 03 Mei 2026 21:19 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Arsitek Komunitas (Arkom) Indonesia menjalin kolaborasi strategis dengan media daring Rindang.ID untuk memperkuat narasi pelestarian lingkungan di Sulawesi Tengah.

Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan perspektif pembanding terhadap narasi ekonomi dan investasi yang masif di wilayah tersebut.

Melalui platform jurnalisme, kedua pihak ingin memastikan bahwa risiko kerusakan ekologi tidak terlupakan di tengah deru pembangunan industri pertambangan.

Rindang.id hadir sebagai barometer sekaligus ruang inklusif bagi masyarakat yang memiliki keresahan serupa terhadap beban ekologis di Sulawesi Tengah. Media ini tidak hanya berfungsi sebagai penyalur informasi, tetapi juga menjadi komunitas bagi para jurnalis yang memiliki gairah dalam isu lingkungan.

"Rindang ID membuat narasi pembanding agar potensi kerusakan lingkungan tidak terlupakan di tengah hitungan ekonomi." Heri Susanto Jurnalis Rindang.ID.

Arkom Indonesia, yang memiliki pengalaman panjang di Kota Palu pascabencana 2018, melihat langkah Rindang.ID sebagai bentuk nyata kepedulian intelektual. Fokus Arkom yang awalnya pada perencanaan fisik, kini merambah pada perencanaan sosial dan pemberdayaan komunitas.

Sinergi ini diharapkan mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka.Pentingnya konsistensi dalam mengaktualisasikan isu lingkungan ke dalam bentuk tulisan menjadi poin utama dalam diskusi ini.

Tulisan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi arsip digital semata, tetapi mampu menjadi sarana edukasi bagi pembaca. Kolaborasi ini menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari kacamata fisik, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusia dan kelestarian alam.

Melalui kanal Ngopini, Rindang.ID juga membuka ruang bagi pihak luar untuk berkontribusi memberikan artikel atau opini. Hal ini dilakukan agar perspektif yang muncul semakin beragam dan inklusif bagi siapa saja yang ingin bersuara. Dengan demikian, ekosistem literasi lingkungan di Sulawesi Tengah dapat tumbuh lebih sehat, kritis, dan berorientasi pada masa depan yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....