Strategi Preventif Mahasiswi Tadulako Cegah Penyakit di Palu

  • 25 Feb 2026 13:56 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Siaran Sore Ceria di PRO 2 RRI Palu menghadirkan tiga mahasiswi berprestasi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, yakni Atika Rahmasari, Siti Masita Kindangin, dan Jaris Madani. Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, ketiganya menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen penggerak kesehatan masyarakat yang berfokus pada pencegahan penyakit, bukan sekadar pengobatan.

Mereka berbagi pengalaman mengenai dinamika perkuliahan di semester akhir serta tantangan nyata saat terjun langsung ke tengah masyarakat di Sulawesi Tengah. Menurut mereka, pembelajaran di bangku kuliah menjadi lebih bermakna ketika dihadapkan pada realitas sosial, mulai dari persoalan sanitasi, stunting, hingga pola hidup masyarakat yang masih perlu ditingkatkan kesadarannya.

Atika Rahmasari, mahasiswi peminatan Promosi Kesehatan, menjelaskan bahwa kunci utama kesehatan masyarakat terletak pada perubahan perilaku. Tenaga kesehatan masyarakat, katanya, harus mampu menjadi komunikator yang efektif agar warga dapat menerapkan pola hidup sehat secara mandiri.

"Tantangan terbesar bukan hanya menyampaikan informasi, tapi bagaimana menyentuh kesadaran masyarakat untuk mengubah kebiasaan yang sudah mendarah daging, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai memperbaiki pola makan sehari-hari,"ujarnya.

Di sisi lain, Siti Masita Kindangin yang mendalami bidang Epidemiologi menyoroti pentingnya data dalam memetakan penyebaran penyakit. Ia menegaskan bahwa pendekatan preventif jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan hanya mengandalkan tindakan kuratif di rumah sakit.

“Epidemiologi mengajarkan kita untuk mencari akar penyebaran penyakit agar kita bisa menghentikan penularannya sebelum jatuh banyak korban,” tuturnya.

Sementara itu, Jaris Madani atau yang akrab disapa Jihan, membagikan tantangan personal saat berinteraksi dengan masyarakat. Meski mengaku berkepribadian introvert, ia tetap berkomitmen mengedukasi warga tentang isu krusial seperti pencegahan stunting dan pentingnya sanitasi melalui jamban sehat.

Ketiganya juga mengajak generasi muda (Gen Z) di Kota Palu untuk memanfaatkan tren positif seperti olahraga lari dan bersepeda sebagai gaya hidup konsisten. Mereka berharap pemerintah memberi ruang lebih luas bagi tenaga kesehatan masyarakat dalam merumuskan kebijakan, sehingga kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat mampu meningkatkan derajat kesehatan warga Sulawesi Tengah secara signifikan.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....