Kolaborasi Seni Jadi Kunci Pelestarian Tari Tradisional Daerah
- 29 Apr 2026 20:59 WIB
- Palu
RRI,PALU.CO.ID, Palu – Upaya pelestarian tari tradisional di Sulawesi Tengah terus berkembang melalui berbagai pendekatan kreatif. Momentum Hari Tari Sedunia menjadi ajang refleksi bagi para pelaku seni untuk memperkuat strategi pelestarian budaya di tengah arus modernisasi yang semakin dinamis.
Pemerhati seni, Ulfa Ria Indah, S.Sos., M.AP, mengungkapkan bahwa pelestarian tari tidak harus selalu dilakukan secara konvensional. Ia mencontohkan pengalamannya dalam mengkolaborasikan tari tradisional Pamonte dengan marching band, yang dinilai mampu menarik minat generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Saya pernah menggabungkan tari Pamonte dengan iringan marching band. Ternyata anak-anak sangat antusias karena terasa lebih segar, tapi tetap membawa identitas budaya kita,” ujar Ulfa.
Menurutnya, inovasi seperti ini menjadi salah satu strategi penting agar tari tradisional tidak ditinggalkan oleh generasi muda. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap anak didik yang pernah dilatihnya, yang kini telah berkembang menjadi pelatih tari dan meraih prestasi di tingkat nasional.
Sementara itu, dosen dan pelatih tari, Dr. Andi Indra Dewi, S.Pd., M.Sn, menyoroti pentingnya ruang kreatif bagi mahasiswa dan pelajar melalui program “Kampus Menari”. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun dengan mengangkat tema yang berbeda, sekaligus menjadi wadah eksplorasi tari tradisional Sulawesi Tengah.
“Kami mengembangkan berbagai tari tradisi seperti Torata dan Kabeloa, serta menciptakan tari kreasi seperti Nukalapenda. Ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar sekaligus berinovasi,” jelas Andi Indra Dewi.
Ia juga menyebutkan tingginya antusiasme peserta, termasuk anak-anak sekolah dasar dari Kabupaten Sigi yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap seni tari tradisional masih cukup besar jika diberikan ruang yang tepat.
Kedua narasumber sepakat bahwa kolaborasi dan inovasi merupakan kunci agar tari tradisional tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Namun demikian, mereka menegaskan bahwa setiap bentuk pengembangan harus tetap mengacu pada pakem atau aturan dasar, agar makna dan nilai filosofis tarian tidak hilang.
“Silakan berinovasi, tapi jangan meninggalkan pakem. Di situlah identitas tari kita tetap terjaga,” tegas Ulfa.
Melalui momentum ini, para narasumber berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan pihak terkait dalam menyediakan wadah, pelatihan, serta event seni yang dapat mendorong perkembangan tari tradisional di Sulawesi Tengah. Dengan kolaborasi yang kuat dan inovasi yang terarah, tari tradisional diyakini akan terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....