Ancaman Narkoba Sulteng Sasar Generasi Muda
- 23 Apr 2026 05:30 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Tengah saat ini dinilai semakin mengkhawatirkan. Daerah ini bahkan disebut berada di peringkat tiga secara nasional dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh pihak untuk meningkatkan upaya pencegahan.
Aris Munandar, selaku Ketua Komunitas Rumah Bersinar Anti Narkotika Kabupaten Donggala, mengatakan bahwa peredaran narkoba saat ini tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu saja. Menurutnya, jaringan peredaran telah meluas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk hingga ke wilayah pedesaan dan daerah pegunungan.
“Kalau semua dibiarkan, Sulawesi Tengah akan kehilangan generasi produktifnya. Ini yang harus kita cegah bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dampak penyalahgunaan narkoba sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Para pengguna umumnya mengalami gangguan emosi, menjadi tidak stabil, serta menunjukkan perilaku agresif yang kerap memicu konflik sosial hingga tindakan kriminal di lingkungan sekitar.
Selain itu, ketergantungan narkoba juga berdampak pada menurunnya produktivitas individu. Banyak pengguna yang akhirnya terjerumus dalam kondisi ekonomi yang buruk, bahkan hingga mengalami kemiskinan ekstrem akibat ketergantungan yang berkepanjangan. Hal ini semakin memperparah persoalan sosial di masyarakat.
Aris juga mengungkapkan adanya fenomena barter narkoba dengan barang kebutuhan sehari-hari, seperti durian dan ayam, di beberapa wilayah. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan betapa luas dan kompleksnya jaringan peredaran narkoba yang telah masuk hingga ke tingkat akar rumput.
“Kondisi ini memperlihatkan bahwa masalah narkoba bukan lagi sederhana, tetapi sudah sangat kompleks dan membutuhkan penanganan serius serta kolaborasi semua pihak,” tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....