Prof Zainal: Semua Agama Sepakat, Narkoba Rusak Masa Depan dan Spiritual
- 12 Jun 2026 20:58 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pusat Studi Kepolisian Universitas Tadulako menggandeng unsur akademisi, aparat penegak hukum, dan tokoh lintas agama untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Kolaborasi tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Universitas Tadulako, Kamis (11/6/2026).
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, hadir sebagai pembicara dengan materi bertajuk Peran Tokoh Agama dalam Penguatan Nilai Keagamaan: Strategi Kolaboratif Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam paparannya, Prof. Zainal menegaskan seluruh agama memiliki nilai yang sama dalam menolak penyalahgunaan narkotika karena dinilai merusak martabat manusia dan kehidupan sosial. Menurutnya, ajaran agama dapat menjadi fondasi moral untuk membangun ketahanan masyarakat menghadapi ancaman narkoba, terutama di kalangan generasi muda.
Ia menjelaskan, dalam Islam terdapat konsep Hifz al-Aql atau menjaga akal, sementara dalam ajaran Kristen dan Katolik tubuh dipandang sebagai bait yang harus dijaga. Pada ajaran Buddha dikenal sila kelima yang melarang penggunaan zat yang menyebabkan kelengahan, sedangkan ajaran Khonghucu menekankan penghormatan terhadap tubuh sebagai warisan yang harus dipelihara.
“Narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai spiritual dan kemanusiaan,” ujar Prof. Zainal di hadapan peserta FGD.

Prof. Zainal juga menekankan pentingnya sinergi dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan melibatkan rumah ibadah dan tokoh agama sebagai garda penguatan karakter masyarakat.
Sejumlah rekomendasi turut disampaikan, antara lain penyusunan model khutbah lintas agama yang memuat literasi narkoba, pelatihan konseling adiksi bagi rohaniawan, serta penguatan program rumah ibadah bersih narkoba di wilayah rawan.
FGD yang dipandu Drs. Tasrif Siaraini tersebut juga menghadirkan narasumber dari unsur kepolisian dan perguruan tinggi, yakni Kapolda Sulawesi Tengah yang diwakili Dirresnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Pribadi Sembiring serta Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU ASEAN Eng.
Sementara itu, Kaposko Pusat Studi Kepolisian Untad yang juga Dirbinmas Polda Sulteng, Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun pemahaman bersama serta memperkuat komitmen lintas sektor dalam menghadapi peredaran narkoba di Sulawesi Tengah.
Ia berharap hasil FGD dapat menjadi dasar penyusunan langkah kolaboratif yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....