BAZNAS Sulteng Dorong Mustahik Menjadi Muzaki Melalui Pemberdayaan

  • 11 Apr 2026 04:06 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah kini tidak lagi hanya berfokus pada pemberian bantuan konsumtif atau santunan semata. Lembaga ini mulai mengarahkan programnya pada pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan guna menciptakan dampak ekonomi jangka panjang.

Dalam sebuah perbincangan di Pro 2 RRI Palu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Sulteng, Azhari, menjelaskan adanya pergeseran strategi tersebut. Menurutnya, pendekatan baru ini bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui program yang lebih produktif.

Langkah ini sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 yang menekankan peran zakat dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan, bukan sekadar bantuan jangka pendek.

Program pemberdayaan ini dirancang untuk mengubah status penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki), atau setidaknya menjadi pemberi infak (munfik).

“Zakat itu sekarang ini tidak hanya fokus dalam santunan charity tapi juga empowering. Jargon kami adalah bagaimana mentransformasi dari tadinya orang yang mustahik menjadi muzaki, paling tidak munfik,” ungkap Azhari.

Strategi yang diterapkan dikenal sebagai sustainable help, yakni bantuan yang diberikan secara berkelanjutan melalui pendampingan intensif hingga masyarakat benar-benar mandiri. Fokus utama BAZNAS adalah menggali potensi individu kurang mampu untuk kemudian didukung dengan modal maupun peralatan kerja yang sesuai.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua kategori bantuan, yakni bantuan sporadis dan program terstruktur. Bantuan sporadis diberikan berdasarkan pengajuan proposal yang melalui asesmen ketat di lapangan, sementara program terstruktur dirancang menyasar sektor-sektor potensial dengan perencanaan yang sistematis.

Sejumlah program unggulan telah dijalankan, seperti Z-Auto untuk montir, Z-Mart untuk penguatan warung UMKM, hingga rencana pengembangan Z-Coffee bagi generasi muda. Melalui pendekatan ini, BAZNAS berharap mampu mengubah pola pikir masyarakat dari mental menerima menjadi mandiri, sekaligus berkontribusi nyata dalam menurunkan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....