Sulawesi tengah Kaya Bahasa dan Warisan Budaya Takbenda

  • 26 Mar 2026 21:46 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Provinsi Sulawesi Tengah dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan bahasa dan budaya yang sangat beragam di Indonesia. Keanekaragaman tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat sekaligus warisan budaya yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.

Di wilayah etnik Kaili saja, tercatat terdapat sekitar 47 jenis bahasa dan dialek, yang digunakan oleh masyarakat di berbagai wilayah, termasuk di Palu dan sekitarnya. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Parigi Moutong juga ditemukan puluhan ragam bahasa lokal yang menunjukkan betapa kayanya tradisi linguistik di Sulawesi Tengah.

Selain kekayaan bahasa, Sulawesi Tengah juga memiliki sejumlah Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang telah diakui secara nasional oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Beberapa di antaranya adalah tradisi Souraja dari Banua Oge, kerajinan kulit kayu, serta patung megalit yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat setempat.

Pengakuan tersebut diberikan dalam bentuk sertifikat Warisan Budaya Tak Benda sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya perlindungan terhadap budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Budayawan Sulawesi Tengah, Siti Norma Marjanu, mengatakan kekayaan bahasa dan budaya di daerah ini merupakan aset penting yang harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat.saat dialog di program Siaran Berjaringan Nusantara di Pro 4.

“Sulawesi Tengah memiliki keragaman bahasa dan budaya yang luar biasa. Ini adalah kekayaan yang tidak dimiliki semua daerah. Karena itu perlu didokumentasikan dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar Siti Norma Marjanu.

Untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya tersebut, tim pengkaji Warisan Budaya Tak Benda terus melakukan berbagai langkah, mulai dari pendataan, penelitian, hingga dokumentasi budaya yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tengah. Proses ini melibatkan para ahli budaya, akademisi, hingga tokoh adat yang memahami sejarah dan nilai-nilai tradisi setempat.

Melalui proses pengkajian tersebut, berbagai unsur budaya yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal diusulkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda di tingkat nasional.

Meskipun masyarakat Sulawesi Tengah memiliki beragam bahasa dan budaya, semangat untuk saling memahami dan menjaga persatuan tetap menjadi kekuatan utama. Keanekaragaman tersebut justru dipandang sebagai kekayaan yang memperkuat identitas budaya masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari warisan budaya bangsa Indonesia. (AL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....