Empat Hewan dengan Pendengaran Paling Tajam Dunia

  • 25 Mar 2026 14:58 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Kemampuan pendengaran tidak hanya dimiliki manusia, tetapi juga menjadi keunggulan utama bagi sejumlah hewan di dunia. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki tingkat sensitivitas suara yang jauh melampaui manusia, sehingga mampu mendeteksi getaran atau frekuensi yang nyaris tak terdengar oleh telinga manusia.

Pendengaran yang tajam pada hewan berperan penting dalam kelangsungan hidupnya, mulai dari mencari mangsa hingga menghindari predator. Kemampuan ini juga menjadi bentuk adaptasi alami yang berkembang selama ribuan tahun.

Salah satu hewan dengan pendengaran paling sensitif diantaranya :

  1. Kelelawar, hewan nokturnal ini mengandalkan sistem ekolokasi, yakni kemampuan memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi dan menangkap pantulannya untuk mengetahui posisi objek di sekitarnya, bahkan dalam kondisi gelap total.

2. Burung hantu juga dikenal memiliki pendengaran luar biasa tajam. Dengan posisi telinga yang tidak simetris, burung ini mampu menentukan arah datangnya suara dengan sangat presisi, sehingga memudahkannya berburu mangsa di malam hari.

3. Gajah ,mamalia besar ini mampu mendengar gelombang infrasonik, yaitu suara berfrekuensi rendah yang dapat merambat hingga jarak beberapa kilometer. Kemampuan ini digunakan untuk berkomunikasi antar kawanan.

4. Anjing juga termasuk hewan dengan pendengaran yang jauh lebih tajam dibanding manusia. Anjing mampu mendengar frekuensi tinggi hingga dua kali lipat dari kemampuan manusia, sehingga sering dimanfaatkan dalam berbagai tugas, seperti pencarian dan penyelamatan.

Melansir dari beberapa artikel kesehatan mamalia, dijelaskan bahwa kepekaan pendengaran pada hewan dipengaruhi oleh struktur telinga dan sistem sarafnya. Semakin kompleks struktur telinga, maka semakin luas jangkauan frekuensi yang dapat didengar.

Dengan keunikan tersebut, hewan-hewan ini tidak hanya menarik untuk dipelajari, tetapi juga memberikan inspirasi bagi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memahami dunia suara yang lebih luas.(UKJ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....