Makna Iduladha dalam Kisah Nabi Ibrahim: Pengorbanan, Keikhlasan, dan Ketaatan
- 28 Mei 2026 13:11 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang keteladanan iman, keikhlasan, dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS. Kisah agung ini diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Ash-Shaffat ayat 100–111, yang menceritakan bagaimana Nabi Ibrahim menerima perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ujian ketaatan.
Dalam kisah tersebut, Nabi Ibrahim yang telah lama menantikan keturunan akhirnya dikaruniai seorang anak saleh, yaitu Nabi Ismail AS. Namun ketika Ismail mulai tumbuh dan menjadi penyejuk hati ayahnya, Allah SWT memberikan ujian yang sangat berat.
Nabi Ibrahim menerima mimpi yang memerintahkannya untuk menyembelih putra yang sangat dicintainya itu. Iduladha, atau Hari Raya Kurban, merupakan peringatan atas ketaatan Nabi Ibrahim dan kesediaannya menjalankan perintah Allah tanpa keraguan.
Hal paling menyentuh dari kisah ini adalah ketika Nabi Ibrahim menyampaikan perintah tersebut kepada Nabi Ismail. Dengan penuh keteguhan iman, Nabi Ismail justru meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah SWT. Dalam Surah Ash-Shaffat ayat 102 disebutkan:
“Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Melansir dari timeanddate.com, Selasa 26 Mei 2026, Meskipun berasal dari kisah religius yang penuh makna, Iduladha pada dasarnya juga merupakan perayaan besar. Orang-orang mengenakan pakaian terbaik mereka, sering kali membeli pakaian baru khusus untuk hari tersebut, lalu berkumpul bersama keluarga dan sahabat untuk merayakannya.
Walaupun tradisi Iduladha berbeda-beda di setiap negara, ada beberapa unsur yang umum dilakukan adalah Salad Idul Adha berjamaah. Umat Muslim berkumpul di masjid setelah matahari terbit untuk melaksanakan salat Id dan mendengarkan khutbah.
Beberapa negara ada yang merayakan dengan mengucapkan “Eid Mubarak,” yang berarti “Selamat Hari Raya" atau "Hari Raya yang diberkahi" setelah salat ied. Orang-orang saling berpelukan dan bertukar hadiah kecil.
Untuk mengenang kisah Ibrahim dan Ismail, umat Muslim di seluruh dunia menyembelih hewan kurban pada Iduladha dalam tradisi yang disebut qurban. Jutaan hewan disembelih pada Idul Adha dan banyak orang memberikan bantuan atau sumbangan kepada yang membutuhkan selain membagikan daging kurban.
Meskipun Iduladha melibatkan pengorbanan hewan secara nyata, makna terdalam dari hari raya ini sebenarnya terletak pada keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Tradisi Islam juga mengajarkan umatnya untuk mengorbankan keinginan pribadi serta berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung, sebagaimana Nabi Ibrahim rela mengorbankan putra yang sangat dicintainya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....