Peran Keluarga dan Sekolah Bentuk Karakter Generasi Z
- 21 Feb 2026 07:55 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Perkembangan teknologi digital yang begitu cepat membawa dampak besar terhadap pola pikir dan perilaku generasi Z. Di satu sisi, teknologi membuka akses informasi tanpa batas. Namun di sisi lain, tanpa pendampingan yang tepat, kemudahan tersebut berpotensi menjadi bumerang bagi pembentukan karakter anak.
Budayawan Sulawesi Tengah, Dr. Suaib Djafar, menilai peran keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk kepribadian generasi Z. Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga perlu hadir sebagai pendamping aktif dalam aktivitas digital anak.
“Teknologi bukan musuh. Yang menjadi persoalan adalah kurangnya pengawasan dan komunikasi. Anak-anak perlu diajak berdialog agar memahami batasan dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial,” ujarnya saat dialog diprogram Tesa To Kaili do Pro 4 Palu.
Di lingkungan sekolah, tantangan serupa juga dihadapi para pendidik. Dalam beberapa kasus, muncul fenomena siswa yang berani melawan guru atau orang tua, bahkan merekam dan menyebarkan konflik tersebut di media sosial. Situasi ini memicu kekhawatiran tentang menurunnya sikap hormat dan etika di kalangan pelajar.
Dr. Andi Imrah Dewi sebagai dosen dan pemerhati budaya juga mengatakan bahwa perubahan pola interaksi generasi Z dipengaruhi oleh lingkungan digital yang serba cepat dan terbuka.
“Anak-anak sekarang terbiasa menyampaikan pendapat secara langsung di ruang publik digital. Jika tidak diarahkan, mereka bisa kehilangan batas antara kebebasan berekspresi dan etika,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanaman nilai budaya dan karakter harus dilakukan sejak dini, baik di rumah maupun di sekolah. Nilai seperti sopan santun, tanggung jawab, serta empati perlu ditanamkan melalui keteladanan, bukan sekadar nasihat. Selain itu, komunikasi terbuka antara sekolah dan orang tua dinilai menjadi kunci penting. (AL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....