Strategi PIK-R SMAN 2 Palu Edukasi Mental Pelajar

  • 17 Feb 2026 11:46 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Mentari SMA Negeri 2 Palu menyoroti tantangan kompleks generasi muda saat ini. Dalam Sore Ceria di Pro 2 RRI Palu, mereka menyebut kesehatan mental remaja yang kian mengkhawatirkan.

Ketidakharmonisan dalam keluarga atau broken home sering kali menjadi akar masalah yang memicu perilaku negatif, mulai dari aksi bolos sekolah hingga gangguan psikologis serius.

Isu kesehatan mental ini tidak bisa dipandang sebelah mata, karena berdampak langsung pada fisik dan perilaku siswa. Kurangnya dukungan emosional di rumah sering kali berujung pada munculnya gejala depresi, hingga serangan panik di lingkungan sekolah.

Fenomena ini menjadi alarm bagi para orang tua dan pendidik, bahwa kesejahteraan mental merupakan fondasi utama bagi seorang siswa untuk dapat mengikuti proses belajar dengan baik.

Selain masalah mental, dalam dialog tersebut juga menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba yang mencatatkan tren kenaikan di kalangan pelajar pada tahun 2025. Hal yang paling diwaspadai adalah munculnya modus operandi baru, di mana barang haram tersebut dikemas secara manipulatif dalam bentuk bahan makanan harian.

Di sisi lain, pola hidup tidak sehat turut menjadi sorotan dalam siaran tersebut. Kebiasaan begadang, pola makan yang tidak teratur, serta ketergantungan pada makanan instan, memicu maraknya penyakit lambung seperti GERD di kalangan remaja.

Ketua PIK-R Mentari, Fiona Herlambang, menyatakan banyak remaja yang lebih memilih memendam masalah karena merasa tidak ada tempat bercerita di rumah. Sebagai solusi, PIK-R Mentari mengedepankan pendekatan "Tutor Sebaya" dalam menangani berbagai persoalan tersebut.

"Kami menyadari, remaja cenderung lebih terbuka dan nyaman bercerita kepada teman sebayanya dibandingkan kepada orang dewasa," ucap Fiona.

Melalui skema ini, konselor Sebaya bertindak sebagai jembatan bagi masalah yang sudah terlalu berat dan memerlukan penanganan professional. Pihaknya akan segera mengarahkannya kepada guru Bimbingan Konseling di sekolah, sehingga masalah dapat teratasi. (FQ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....