Judi Online Picu Perceraian, Anak Jadi Korban
- 31 Jan 2026 19:27 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Tingginya angka perceraian di Kota Palu menjadi perhatian serius Pengadilan Agama Palu Kelas IA. Perselisihan rumah tangga, tekanan ekonomi, hingga perilaku menyimpang seperti judi online dan penyalahgunaan narkoba disebut sebagai pemicu utama meningkatnya perkara perceraian.
Ketua Pengadilan Agama Palu Kelas IA, Dra. Hajah Nurbaya, M.H., mengatakan perceraian bukan sekadar putusnya ikatan suami istri, tetapi berdampak luas terhadap kondisi psikologis dan masa depan anak. Anak kerap kehilangan figur orang tua secara utuh setelah kedua orang tuanya berpisah.
“Perceraian itu bukan hanya urusan suami istri, tetapi menyisakan dampak panjang bagi anak, baik secara mental, emosional, maupun sosial,” ujar Nurbaya.
Ia menjelaskan, latar belakang keluarga yang tidak harmonis dapat melahirkan dua kemungkinan ekstrem bagi anak. Anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, namun tidak sedikit pula yang justru terpuruk dan kehilangan arah akibat minimnya perhatian serta pengasuhan.
Menurut Nurbaya, proses mediasi sebelum perceraian menjadi langkah penting untuk menilai peluang perdamaian dan menyelamatkan keutuhan keluarga. Namun demikian, tidak semua konflik dapat dipertahankan, terutama jika telah melibatkan kekerasan dalam rumah tangga dan pengkhianatan.
Selain faktor perilaku dan ekonomi, rendahnya literasi hukum keluarga di masyarakat juga dinilai turut memicu konflik rumah tangga yang berujung pada perceraian. Banyak pasangan belum memahami secara utuh hak dan kewajiban suami istri serta konsekuensi hukum ketika perceraian terjadi.
“Hukum sebenarnya sudah mengatur perlindungan perempuan dan anak secara jelas, baik dalam Undang-Undang Perkawinan maupun Kompilasi Hukum Islam. Masalahnya adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran untuk mematuhi aturan tersebut,” katanya.
Untuk itu, Pengadilan Agama Palu mendorong edukasi hukum keluarga dilakukan sejak dini, termasuk kepada generasi muda sebelum memasuki jenjang pernikahan. Pemahaman yang baik diharapkan mampu mencegah konflik berkepanjangan dan perceraian yang merugikan banyak pihak.
Pengadilan Agama Palu berkomitmen menjadi ruang keadilan sekaligus ruang edukasi, agar setiap putusan yang dihasilkan tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan dan nilai kemanusiaan bagi seluruh pihak yang berperkara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....