Hakim Perempuan Palu Menulis Luka Perceraian Rumah Tangga
- 31 Jan 2026 19:15 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Ketua Pengadilan Agama Palu Kelas IA, Dra. Hajah Nurbaya, M.H., menghadirkan pendekatan berbeda dalam mengedukasi masyarakat terkait persoalan rumah tangga dan perceraian. Selain melalui ruang sidang, ia menuangkan pengalaman empiriknya ke dalam sebuah karya sastra berupa novel berjudul Menikahi Luka di Ruang Sidang.
Novel tersebut terinspirasi dari berbagai perkara perceraian yang ditangani langsung oleh Nurbaya selama bertugas sebagai hakim. Kisah dalam novel ini menggambarkan luka batin yang dialami perempuan dan anak akibat perceraian, khususnya ketika terjadi pengkhianatan dan pengabaian tanggung jawab orang tua.
Nurbaya menjelaskan, cerita dalam novel diramu dari realitas sosial yang kerap ia jumpai di ruang sidang, lalu dikemas dalam bentuk fiksi agar lebih mudah diterima oleh pembaca. Pesan-pesan moral disampaikan tanpa menghakimi, namun tetap menyentuh sisi kemanusiaan.
“Saya ingin menyampaikan pesan bahwa perceraian itu bukan sekadar putusnya ikatan hukum, tetapi ada luka batin yang panjang, terutama bagi perempuan dan anak,” ujar Nurbaya.
Menurutnya, menulis novel menjadi sarana refleksi sekaligus edukasi yang lebih halus dibandingkan penyampaian hukum secara normatif. Melalui alur cerita dan karakter tokoh, pembaca diajak memahami dampak psikologis perceraian serta pentingnya tanggung jawab orang tua pasca berpisah.
“Kalau disampaikan dalam bentuk aturan, orang sering menolak. Tapi kalau lewat cerita, pembaca bisa merenung sendiri dan belajar tanpa merasa digurui,” katanya.
Nurbaya berharap novel Menikahi Luka di Ruang Sidang dapat menjadi bacaan reflektif bagi pasangan suami istri, calon pengantin, serta para orang tua. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, tanggung jawab, dan keteguhan perempuan dalam menghadapi cobaan rumah tangga.
Kehadiran novel ini juga menandai kontribusi hakim perempuan dalam membangun budaya literasi hukum dan kemanusiaan. Melalui pendekatan budaya dan sastra, pesan-pesan keadilan diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....