Ramadhan Berkualitas Dimulai dari Penguatan Ilmu Agama

  • 31 Jan 2026 17:09 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam diimbau untuk tidak hanya mempersiapkan fisik dan kebutuhan konsumtif, tetapi juga memperkuat bekal ilmu agama. Pemahaman yang benar tentang ajaran Islam dinilai menjadi kunci utama agar ibadah Ramadhan dapat dijalankan secara khusyuk, terarah, dan bernilai maksimal.

Penguatan ilmu agama mencakup pemahaman fikih puasa, tata cara ibadah, pengelolaan zakat, hingga adab sosial selama Ramadhan. Tanpa dasar ilmu yang memadai, ibadah berpotensi hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa makna spiritual yang mendalam.

Ustaz Fikri Bajeber, Lc., M.Hi. menegaskan bahwa Ramadhan sejatinya adalah momentum pendidikan rohani bagi umat Islam. Oleh karena itu, persiapan ilmu menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

“Ramadhan yang berkualitas tidak lahir secara instan. Ia dimulai dari penguatan ilmu agama, agar setiap ibadah yang dilakukan memiliki landasan yang benar dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW,” ujar Fikri Bajeber.

Ia menjelaskan, pemahaman agama yang baik akan membantu umat menjalankan puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, sikap, serta perilaku sehari-hari. Dengan ilmu, umat dapat memahami hikmah puasa sebagai sarana pembentukan karakter dan peningkatan ketakwaan.

Menurutnya, menjelang Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mengikuti kajian keislaman, memperdalam bacaan Al-Qur’an, serta mempelajari kembali hukum-hukum ibadah yang sering dianggap sepele namun krusial.

“Ilmu akan membimbing umat agar ibadah Ramadhan tidak keluar dari koridor syariat. Mulai dari niat puasa, pelaksanaan shalat, hingga pengelolaan emosi dan hubungan sosial,” tambahnya.

Fikri juga mengajak lembaga keagamaan, masjid, dan majelis taklim untuk aktif menghidupkan kajian pra-Ramadhan sebagai bagian dari edukasi umat. Di tengah derasnya informasi digital, literasi keagamaan yang benar dinilai semakin penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman keliru.

Dengan bekal ilmu agama yang kuat, Ramadhan diharapkan menjadi bulan penuh keberkahan yang tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah personal, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial, persaudaraan, dan akhlak mulia di tengah masyarakat. (UKJ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....