Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kebun Sawit Muara Enim
- 21 Sep 2026 10:02 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Api berasal dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar yang kemudian merambat ke kebun sawit sekitarnya.
- Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Muara Enim bersama tim gabungan langsung menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Pos Induk BPBD.
- Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kebun sawit milik warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim pada Sabtu 19 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.
RRI.CO.ID, Muara Enim - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membakar sekitar 5 hektare kebun sawit warga di Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim. Api diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar sebelum merambat ke area perkebunan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 19 September 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Muara Enim bersama tim gabungan langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Lokasi kebakaran berjarak sekitar 50 kilometer dari Pos Induk BPBD Kabupaten Muara Enim. Jarak tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mobilisasi personel dan peralatan menuju titik api.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muara Enim Abdurrozieq mengatakan petugas telah melakukan pemadaman pada area sekitar 2 hektare. Sementara berdasarkan hasil penanganan di lapangan, total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare, katanya.
Hingga malam hari, petugas masih menemukan asap tipis di sejumlah bagian lokasi kebakaran. Pemadaman kemudian kembali dilanjutkan pada Minggu, 20 September 2026, untuk memastikan titik api benar-benar terkendali, ujarnya.
Sebanyak 44 personel terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut, termasuk unsur masyarakat. Keterlibatan warga dinilai membantu petugas membuka akses menuju sejumlah titik kebakaran yang sulit dijangkau.
“Selain tim gabungan dari BPBD Pos Induk, ada juga personel Koramil 404-04 Gunung Megang, Polsek Gunung Megang, Damkar Kecamatan Gunung Megang, Pemerintah Kecamatan Gunung Megang, Pemerintah Desa Gunung Megang Dalam, PDAM, PT RM,” ujarnya.
Abdurrozieq menyebut masyarakat menjadi unsur dengan jumlah personel terbanyak dalam proses pemadaman. Kehadiran warga membantu mempercepat mobilisasi petugas menuju lokasi yang memiliki akses cukup terbatas.
Untuk mendukung operasi tersebut, BPBD mengerahkan satu unit kendaraan tangki suplai, satu unit pompa jinjing, dan 10 gulung selang Machino. Damkar Gunung Megang turut menurunkan satu unit mobil pemadam, sedangkan unsur TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan menggunakan kendaraan roda dua.
Sumber air pemadaman berasal dari kendaraan suplai Damkar serta dukungan PDAM Benakat. Namun, petugas masih menghadapi kendala berupa akses jalan menuju beberapa titik kebakaran yang sulit dilalui kendaraan, tuturnya.
BPBD Kabupaten Muara Enim mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pembakaran dapat menyebabkan api merambat ke perkebunan dan lahan lain sehingga memperluas area terdampak serta menyulitkan proses pemadaman.
“Tim gabungan memastikan pemantauan dan pemadaman akan terus dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan meluas. Namun kami terus mengimbau agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....