Petugas Berpacu Jinakkan Api Karhutla di tengah Krisis Air Palembang

  • 17 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Empat titik kebakaran ditangani petugas di wilayah sekitar Jalan Takwa, Perumahan Taman Puri, dan belakang TPU Sematang Borang.
  • Keterbatasan air menjadi kendala utama karena kondisi sejumlah wilayah Palembang sedang mengalami kekeringan.
  • Penyebab kebakaran belum dipastikan, sementara petugas menduga adanya pembakaran yang disengaja dan mengimbau warga tidak membakar sampah.

RRI.CO.ID, Palembang - Asap tipis masih terlihat di sekitar lahan terbuka kawasan Perumahan Taman Asri, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Rabu 16 September 2026 malam. Di tengah kondisi lahan yang kering, petugas terus bergerak memastikan bara yang tersisa tidak kembali berubah menjadi kobaran api.

Kasie Kedaruratan BPBD Kota Palembang, Muhammad Aryansah mengatakan, penanganan kebakaran lahan bukan sekadar memadamkan api. Petugas juga harus menghadapi kondisi lingkungan yang kering serta keterbatasan pasokan air di lokasi kejadian.

“Saat ini kita sedang berada di titik api yang keempat di Kecamatan Sematang Borang ini,” ujar Aryansah saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, kejadian bermula dari Jalan Takwa, tepatnya di belakang Lapas Kelas I Kota Palembang. Laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 14.15 WIB. BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang kemudian langsung bergerak menuju lokasi.

Pada titik pertama, petugas mengerahkan dua unit mobil Damkar dan dua unit mobil BPBD untuk melakukan pemadaman. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua setengah jam sebelum api berhasil dikendalikan.

Namun, api kembali muncul di sejumlah titik. Titik kedua masih berada di sekitar Jalan Takwa, sedangkan titik berikutnya berada di kawasan perumahan dan belakang TPU Sematang Borang.

“Setelah itu hidup api lagi di titik kedua di seputaran Jalan Takwa, tetap di lokasi yang sama tapi agak sedikit maju ke dalam. Lokasi kedua dan ketiga berada di Jalan Perumahan Taman Puri, tepatnya di belakang TPU Sematang Borang,” kata Aryansah.

Memasuki titik keempat, petugas kembali melakukan penanganan untuk mencegah api meluas. Dari titik pertama, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari satu hektare, sementara luas area pada titik keempat masih dalam pendataan.

Menurut Aryansah, salah satu kendala utama dalam proses pemadaman adalah ketersediaan air. Kondisi kering yang melanda sejumlah wilayah Palembang membuat kebutuhan air untuk pemadaman semakin tinggi. Kawasan tersebut juga tercatat sebagai wilayah yang mengalami kekeringan.

Terkait penyebab kebakaran, petugas belum dapat menyimpulkan secara pasti. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, terdapat dugaan awal bahwa kebakaran terjadi akibat pembakaran yang disengaja. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Penanganan kebakaran melibatkan personel BPBD dan Damkar Kota Palembang. BPBD mengerahkan sekitar 15 personel dalam dua tim, sementara Damkar menurunkan sekitar 75 personel dari dua regu untuk menangani sejumlah titik api.

Aryansah mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah, terutama di lahan terbuka yang kondisinya mudah terbakar. Ia juga meminta masyarakat dan perangkat lingkungan seperti RT lebih aktif mengawasi lingkungan serta saling mengingatkan untuk mencegah kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....