Nihil Sumber Air, Tim Gabungan Kepung Karhutla Enam Hektare di Muba

  • 17 Sep 2026 16:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin pada Rabu, 16 September 2026 malam.
  • Ketiadaan sumber air di lokasi kebakaran menjadi kendala utama tim pemadam dalam menangani api yang menyebar di semak belukar.
  • Titik api berada di tengah semak belukar dan berdekatan dengan permukiman warga, meningkatkan risiko perluasan kebakaran ke area hunian.

RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Tidak adanya sumber air di lokasi kebakaran membuat tim pemadam kesulitan menangani kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin. Kondisi tersebut menjadi kendala karena titik api berada di tengah semak belukar dan berdekatan dengan permukiman warga.

Kebakaran terjadi di Jalan Sekayu–Bandar Jaya–Selarai, dekat Jembatan 6 Selarai, Rabu, 16 September 2026 malam. Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Posko BPBD Musi Banyuasin sekitar pukul 18.57 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Muba, Marko Susanto, melalui Staf Pusdalops sekaligus Humas BPBD Muba, Rivo Handoko, mengatakan tim langsung dikerahkan setelah menerima informasi dari masyarakat. Sebanyak sembilan personel BPBD bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan pemadam dan pendukung.

"Kendala di lapangan tidak ada sumber air di lokasi," ujar Rivo.

Selain personel BPBD, pemadaman melibatkan empat petugas Dinas Pemadam Kebakaran, ketua RT setempat, dan warga. Tim menggunakan dua unit mobil suplai, satu unit mobil pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta satu unit mobil pemadam kebakaran.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai enam hektare. Area tersebut didominasi semak belukar dengan kondisi tanah mineral sehingga penanganan harus dilakukan secara langsung pada titik-titik api.

Kondisi lokasi turut menjadi tantangan bagi petugas karena kobaran berada di kawasan yang dipenuhi vegetasi semak. Jaraknya yang berdekatan dengan permukiman membuat pengendalian api perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak merembet ke kawasan tempat tinggal warga.

"Titik api berada di tengah semak dan dekat permukiman," kata Rivo.

Berdasarkan laporan BPBD Muba, kebakaran diduga terjadi akibat pembakaran oleh warga. Setelah menerima laporan, Kepala Pelaksana BPBD melalui bidang kedaruratan dan logistik memerintahkan tim piket untuk segera melakukan penanganan.

Petugas bersama unsur yang terlibat melakukan pemadaman sekaligus pendataan dan dokumentasi di lokasi. Upaya tersebut dilakukan hingga api berhasil dikendalikan dan tidak lagi memerlukan penanganan lanjutan pada malam itu.

Sekitar pukul 23.30 WIB, proses pemadaman dinyatakan selesai. Seluruh tim kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke posko setelah memastikan kondisi kebakaran dapat ditangani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....