Polisi Tindaklanjuti Hotspot Karhutla di Buay Madang

  • 17 Sep 2026 14:50 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polsek Buay Madang melakukan pemeriksaan lapangan (ground check) terhadap titik panas yang terdeteksi melalui aplikasi Stop Karhutla Polda Sumatera Selatan di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Buay Madang, OKU Timur pada Rabu 16 September 2026.
  • Hotspot berada pada koordinat -4,2053900, 104,5165200 dengan area semak belukar yang terbakar mencapai luas perkiraan 0,5 hektare.
  • Saat petugas kepolisian tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi padam, menunjukkan efektivitas sistem monitoring dan respons cepat terhadap indikasi kebakaran lahan.

RRI.CO.ID, OKU Timur - Jajaran Polsek Buay Madang melakukan ground check terhadap titik panas (hotspot) yang terpantau melalui aplikasi Stop Karhutla Polda Sumatera Selatan di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Rabu, 16 September 2026.

Hasil pengecekan menunjukkan, titik hotspot berada pada koordinat -4,2053900, 104,5165200. Lokasi tersebut merupakan area semak belukar dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,5 hektare. Saat petugas tiba, api telah dalam kondisi padam.

Dalam kegiatan tersebut, tiga personel Polri diterjunkan, yakni Aipda Edi, Bripka Dedi dan Brigpol Aldi. Mereka melakukan pengecekan sekaligus verifikasi terhadap lokasi yang sebelumnya terdeteksi melalui aplikasi Stop Karhutla Polda Sumsel.

Petugas juga memeriksa kondisi di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala. Hingga pengecekan dilakukan, penyebab kebakaran belum diketahui.

Kasi Humas Polres OKU Timur AKP Supardi, mengatakan, pemantauan dan verifikasi hotspot merupakan bagian dari upaya kepolisian mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

" Hingga kegiatan pengecekan dilakukan, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas juga memastikan kondisi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api," ujar AKBP Lalu Hedwin Hanggara.

Menurutnya, setiap titik panas yang terpantau perlu segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan kebakaran.

Hasil ground check selanjutnya diverifikasi melalui aplikasi Stop Karhutla Polda Sumsel dan dinyatakan berhasil serta selesai. Kepolisian tetap melakukan pemantauan terhadap potensi munculnya titik api baru di wilayah tersebut.

Polres OKU Timur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di kawasan dengan lahan yang mudah terbakar. Warga diminta segera melaporkan setiap indikasi munculnya titik api agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....