Belasan Hektare Lahan TNBS Terindikasi Terdampak Kebakaran

  • 04 Sep 2026 15:58 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Dua puluh tiga titik panas (hotspot) berhasil dideteksi di area Taman Nasional Berbak Sembilang Kabupaten Banyuasin.
  • Petugas melakukan pengecekan lapangan langsung di Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II pada Kamis, 3 September 2026 untuk memverifikasi kondisi titik panas tersebut.
  • Pengecekan melibatkan tim gabungan dari Polsek Banyuasin II, pemerintah desa setempat, dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap bahaya kebakaran.

RRI.CO.ID, Banyuasin - Sebanyak 23 titik panas atau hotspot terdeteksi di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Banyuasin. Petugas langsung melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi titik panas tersebut.

Pengecekan dilakukan di Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin pada Kamis, 3 September 2026. Tim gabungan melibatkan Polsek Banyuasin II, pemerintah desa, dan masyarakat peduli api.

Kapolsek Banyuasin II IPTU Muhammad Ardhi Noer memimpin kegiatan melalui Kanit Reskrim IPDA Andri Wirahadinata. Tim juga melibatkan Bhabinkamtibmas, perangkat Desa Tanah Pilih, dan MPA.

Petugas menggunakan aplikasi pemetaan untuk menentukan lokasi titik panas. Tim kemudian menempuh perjalanan menggunakan perahu atau speedboat sebelum berjalan kaki menuju area pemeriksaan.

Perjalanan menuju lokasi terdekat membutuhkan waktu sekitar empat jam melalui jalur air. Kondisi kawasan konservasi dengan akses terbatas menjadi tantangan dalam proses pengecekan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan titik panas berada di kawasan konservasi TNBS. Lokasi tersebut didominasi semak belukar kering dengan karakteristik tanah gambut.

Petugas hanya dapat mendekati beberapa titik dengan jarak sekitar 800 hingga 900 meter. Berdasarkan pengamatan lapangan, area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 16 hektare.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino melalui Kasi Humas Polres Banyuasin IPTU Abu Bakar mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Pemeriksaan lapangan diperlukan setelah adanya laporan titik panas.

"Setiap informasi hotspot perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan," kata Abu Bakar.

Saat petugas melakukan pemeriksaan, api sudah dalam kondisi padam. Namun, asap masih muncul dari dalam tanah gambut sehingga kawasan tersebut tetap mendapat pengawasan.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Banyuasin melakukan pemadaman melalui operasi water bombing. Polsek Banyuasin II bersama pemerintah desa dan MPA melanjutkan pemantauan untuk mencegah kebakaran kembali.

"Pencegahan tetap menjadi langkah utama," ujar Abu Bakar.

Polres Banyuasin mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Aparat bersama pemerintah daerah terus melakukan patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan api atau asap di wilayah rawan. Laporan cepat dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sejak awal.

Polres Banyuasin memastikan pemantauan hotspot di kawasan TNBS terus berjalan. Pengawasan dilakukan bersama pemerintah daerah, pengelola kawasan, masyarakat, dan instansi terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....