Karhutla Sumsel Kirim Asap hingga Wilayah Jambi dan Riau
- 17 Sep 2026 20:27 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Sebanyak 11 lokasi kebakaran hutan dan lahan masih terpantau di Sumatera Selatan berdasarkan citra satelit hingga 17 September 2026.
- Titik kebakaran tersebar di lima kabupaten: Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, dan Musi Rawas Utara.
- Asap dari kebakaran hutan dan lahan tersebut mulai berdampak pada wilayah provinsi tetangga.
RRI.CO.ID,Palembang - Sebanyak 11 lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terpantau di Sumatera Selatan berdasarkan pemantauan citra satelit. Kebakaran tersebut menjadi sumber asap yang mulai berdampak hingga wilayah provinsi tetangga.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera mencatat titik kebakaran tersebar di lima kabupaten. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, dan Musi Rawas Utara (Muratara).
Di Kabupaten Banyuasin, kebakaran terjadi di kawasan Tanah Pilih yang masuk wilayah Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) serta Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau. Sementara di Kabupaten Muba, titik api terpantau berada di Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir.
Kebakaran juga ditemukan di Kabupaten Muara Enim, tepatnya Desa Arisan Musi Timur dan Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang. Adapun di Kabupaten Muratara, kebakaran berlangsung di Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan lokasi tersebut menjadi penyumbang asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumsel. Asap juga mulai bergerak menuju Provinsi Jambi dan Riau.
“Ini sumber asap yang gedenya (besar). Kondisi Sumsel saat ini menjadi sumber asap yang menyebabkan gangguan asap baik di Sumsel, ke arah Jambi dan Riau. Bahkan dari citra satelit terlihat menyumbang juga gangguan asap ke negara tetangga,” ujar Ferdian, Kamis, 17 September 2026.
Ferdian menjelaskan kebakaran di kawasan TNBS, khususnya wilayah Tanah Pilih, Banyuasin, telah bergerak hingga wilayah Jambi. Tim Manggala Agni masih berupaya membuka akses menuju lokasi sebelum melakukan pemadaman.
“Kebakaran TNBS sudah masuk ke arah Jambi, sudah melintas provinsi dan api dihadang di sana. Sekarang baru buka akses, belum bisa pemadaman,” katanya.
Selain kawasan TNBS, kebakaran di wilayah Kabupaten OKI juga masih berlangsung hingga lebih dari satu bulan. Kondisi lahan gambut yang memiliki kedalaman cukup tinggi menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
Ferdian mengatakan tim pemadam terus melakukan penanganan secara bergantian di sejumlah lokasi. Kondisi asap yang berputar di kawasan gambut membuat petugas harus melakukan pengendalian secara berulang.
“Kami sudah melakukan pergantian tim tiga sampai empat kali setiap 10 sampai 15 hari. Bahkan di Menang Raya OKI asapnya berputar-putar,” tuturnya.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap titik api yang masih aktif. Upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....