Operasi X-Fire Teluk Limau: 218 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
- 17 Sep 2026 17:00 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Tuntasnya Operasi X-Fire: Polda Sumsel melalui Satbrimob sukses menyelesaikan Operasi Aman Nusa II Penanggulangan Karhutla bersandi "X-Fire" di lahan gambut Desa Teluk Limau, Muara Enim, yang berlangsung pada 6–16 September 2026.
- Melampaui Target Pemadaman: Operasi terpadu yang mengerahkan 218 personel serta pemanfaatan teknologi seperti drone dan kamera termal ini berhasil melampaui target awal pemadaman seluas 80 hektare.
- Polda Sumsel memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh hingga lapisan gambut untuk memastikan tidak ada sisa bara, serta berkomitmen terus mengedepankan mitigasi dan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.
RRI.CO.ID, Muara Enim - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Satuan Brimob sukses menuntaskan Operasi Aman Nusa II Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Operasi bersandi X-Fire ini dipusatkan di kawasan lahan gambut Dusun 3, Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.
Berlangsung sejak tanggal 6 hingga 16 September 2026, operasi terpadu ini berhasil melampaui target awal pemadaman seluas 80 hektare. Penanganan di lapangan bahkan diperluas sekitar 10 hektare ke arah utara dan 5 hektare ke arah barat untuk mengamankan wilayah sekitar, termasuk kawasan hutan lindung.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 218 personel dikerahkan secara terpadu. Berbagai langkah taktis diterapkan, mulai dari pemetaan menggunakan drone dan kamera termal, teknik pembasahan lahan gambut, hingga penerapan Formula X-Fire Slog Polri guna menumpas titik api dan bara di dalam tanah.
Pada tahap awal, Tim Scanning dan Drone memetakan areal seluas 80 hektare dan mendeteksi 175 titik api. Berkat kerja keras tim gabungan, target pemadaman seluas 80 hektare berhasil tercapai lebih awal pada 12 September setelah melalui proses pemadaman bertahap.
Memasuki tanggal 14 September, pemantauan lanjutan via udara memastikan bahwa tidak ditemukan lagi adanya titik api maupun sisa bara di lokasi. Hal ini memastikan kawasan yang ditangani benar-benar dalam kondisi aman sebelum seluruh personel dan perlengkapan ditarik kembali ke satuan.
Kabidhumas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras terpadu serta pemanfaatan teknologi pemantauan yang disesuaikan dengan karakteristik lahan gambut yang rawan.
"Penanganan tidak berhenti ketika api di permukaan sudah padam. Personel terus melakukan penyisiran dan pengecekan menggunakan drone serta kamera termal untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di lapisan gambut," ujar Kombes Pol. Nandang, seraya menegaskan bahwa Polda Sumsel akan terus mengedepankan mitigasi dan kewaspadaan tinggi terhadap potensi Karhutla ke depannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....