Tim Gabungan Padamkan Karhutla di 10 Desa Ogan Ilir
- 31 Agt 2026 08:31 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Polres Ogan Ilir berhasil menangani 11 titik hotspot kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di 10 desa di Kabupaten Ogan Ilir berdasarkan laporan 30 Agustus 2026.
- Penanganan kebakaran melibatkan kerja sama tim gabungan yang terdiri dari Polres Ogan Ilir, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan partisipasi aktif masyarakat setempat.
- Desa Sudi Mampir dan Desa Ulak Bedil masing-masing mengalami 1 titik hotspot seluas 1 Hektare, sementara Desa Sungai Rambutan mencatat 1 titik hotspot seluas 2 Hektare.
RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Sebanyak 11 titik panas kebakaran hutan dan lahan di 10 desa Kabupaten Ogan Ilir berhasil ditangani tim gabungan. Petugas masih melakukan pendinginan dan pemeriksaan lapangan untuk mencegah api kembali muncul, Minggu, 30 Agustus 2026.
Polres Ogan Ilir mengerahkan personel bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat dalam penanganan tersebut. Sejumlah lokasi menghadirkan tantangan karena medan sulit dijangkau dan akses menuju titik kebakaran terbatas.
Dua titik kebakaran ditemukan di Desa Sudi Mampir dan Desa Ulak Bedil, Kecamatan Indralaya. Masing-masing lokasi memiliki luas terdampak sekitar satu hektare.
Tim gabungan juga menangani satu titik kebakaran seluas sekitar dua hektare di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara. Sementara Desa Serikembang, Kecamatan Muara Kuang, mengalami kebakaran sekitar setengah hektare.
Di Desa Sukananti, Kecamatan Rambang Kuang, petugas menangani satu titik kebakaran seluas sekitar setengah hektare. Kebakaran juga ditemukan di Desa Sukananti Baru, Kecamatan Rantau Alai, dengan dua titik terdeteksi.
Satu titik di Desa Sukananti Baru telah padam dengan luas sekitar satu hektare. Petugas masih melakukan pemeriksaan lapangan terhadap satu titik lainnya untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Dua titik kebakaran juga ditemukan di Desa Sekonjing, Kecamatan Tanjung Raja, dengan akses menuju lokasi yang cukup sulit. Petugas turut memeriksa sejumlah lokasi lain yang luas terdampaknya belum dapat dipastikan.
Lokasi tersebut berada di Desa Tanjung Dayang Utara dan Desa Kuang Dalam Barat, Kecamatan Rambang Kuang. Satu lokasi lainnya berada di Desa Pulau Negara, Kecamatan Pemulutan Barat, dengan medan terjal.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti mengatakan penanganan tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Tim gabungan juga melakukan pendinginan untuk memastikan bara api tidak kembali memicu kebakaran.
“Penanganan karhutla tidak hanya dilakukan dengan pemadaman, tetapi tim gabungan juga melakukan pendinginan di lapangan,” ujarnya. “Petugas masih berada di lokasi untuk memastikan tidak ada api yang muncul kembali,” tuturnya.
Menurut Rizka, medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla. Meski demikian, petugas memastikan seluruh titik yang terdeteksi telah mendapat penanganan.
“Kendala kami di lapangan adalah medan yang sulit dijangkau, tetapi seluruh titik sudah ditangani,” ujarnya. Hingga pukul 17.00 WIB, personel masih melakukan pendinginan dan patroli di sejumlah wilayah rawan.
Kapolres mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan api selama kondisi rawan kebakaran. Ia mengingatkan tindakan pembakaran lahan memiliki konsekuensi hukum dan dapat membahayakan lingkungan.
“Membakar lahan ada konsekuensi hukumnya. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar Kabupaten Ogan Ilir bebas dari karhutla,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....