Tujuh Ratus Mahasiswa Belajar Migas dan Geopolitik Energi di Unsri
- 27 Agt 2026 21:53 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Sebanyak 700 mahasiswa dari empat perguruan tinggi negeri dan swasta mengikuti Kuliah Umum Akbar di Universitas Sriwijaya Indralaya pada 26 Agustus 2026.
- Acara ini membahas tema 'Leadership & Collaboration' dengan fokus pada pengenalan industri hulu migas dan kebijakan aturan kondisi geopolitik energi nasional.
- SKK Migas dan KKKS Wilayah Sumatera Selatan menyelenggarakan kuliah dengan menghadirkan dua narasumber yakni Gita Wirjawan dan Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro.
RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Sebanyak 700 mahasiswa dari empat perguruan tinggi mengikuti Kuliah Umum Akbar tentang industri hulu migas, Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan wawasan kepemimpinan, kolaborasi, teknologi, serta geopolitik energi nasional.
SKK Migas bersama KKKS Wilayah Sumatera Selatan menggelar kegiatan di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Indralaya, Ogan Ilir. Wirausahawan Gita Wirjawan dan Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro hadir sebagai narasumber utama.
Gita Wirjawan menilai mahasiswa perlu memahami perkembangan teknologi sekaligus perubahan geopolitik yang memengaruhi kebutuhan industri. Ia mendorong generasi muda membangun wawasan luas agar mampu membaca peluang pada masa depan.
“Mahasiswa diharapkan berpikir lebih visioner untuk menguasai wawasan yang dibutuhkan industri saat ini maupun masa mendatang,” ujarnya. Gita juga meminta mahasiswa belajar lebih luas, kritis, dan memahami kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Menurut Gita, mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri sebaiknya kembali dan memanfaatkan pengetahuannya untuk kemajuan daerah asal. Dukungan regulasi serta insentif diperlukan agar sumber daya manusia unggul memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan.
“Kemampuan yang diperoleh selama pendidikan membutuhkan dukungan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi terhadap pencapaian sumber daya manusia,” tuturnya. Ia menilai kebijakan yang tepat dapat mendorong talenta berkualitas berkontribusi lebih besar bagi daerah dan negara.
Gita juga mengingatkan masyarakat dan pelaku industri untuk menjaga iklim investasi karena negara membutuhkan pemasukan dari kegiatan investasi. Ia menilai kepastian hukum dan pengelolaan risiko menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan investasi yang sehat.
Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro kemudian memaparkan kegiatan, capaian, tantangan, dan target industri hulu migas Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarpihak untuk mendukung pencapaian ketahanan energi nasional.
“Pengelolaan industri hulu migas tetap dalam kendali negara, sedangkan operasional dilakukan oleh KKKS. Target yang dititipkan kepada SKK Migas membutuhkan kolaborasi dan sinergi semua pihak,” tuturnya.
Luky menjelaskan industri hulu migas tidak hanya berfokus pada kegiatan operasional untuk menghasilkan energi. Kegiatan tersebut juga diarahkan memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
Menurutnya, kolaborasi yang disiplin, terstruktur, dan berorientasi hasil menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan energi serta keberlanjutan. Sinergi tersebut juga diperlukan agar manfaat industri hulu migas dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.
Luky turut menjawab pertanyaan mahasiswa mengenai peluang berkarier di sektor minyak dan gas Indonesia. Ia menyebut industri migas membutuhkan tenaga dari berbagai disiplin ilmu, sehingga kesempatan tidak terbatas pada bidang tertentu.
“Migas membutuhkan sumber daya manusia multidisiplin karena hampir semua bidang keilmuan terdapat dalam industri ini,” katanya. Ia mendorong mahasiswa terus mengembangkan talenta, pengetahuan, dan inovasi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Sr. Manager PEP Prabumulih Field M. Lutfi memoderatori rangkaian paparan dan diskusi yang berlangsung interaktif. Wakil Rektor I Unsri Rujito Agus Suwignyo dan Kepala SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwi Djanuarto turut hadir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....