Karhutla Sumsel: OKI, Muba dan Muara Enim Jadi Prioritas Pemadaman
- 21 Agt 2026 08:05 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan memasuki fase yang semakin berat akibat keterbatasan sumber air akibat kemarau.
- Tiga wilayah prioritas penanganan mencakup sejumlah kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Desa Muara Medak di Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kecamatan Gelumbang di Kabupaten Muara Enim.
- Petugas pemadaman harus memusatkan kekuatan di lokasi-lokasi yang dinilai paling sulit ditangani karena kondisi geografis dan keterbatasan logistik air.
RRI.CO.ID, Palembang - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan memasuki fase yang semakin berat. Keterbatasan sumber air akibat kemarau membuat petugas harus memusatkan kekuatan di sejumlah lokasi yang dinilai paling sulit ditangani.
Tiga wilayah menjadi prioritas, yakni sejumlah kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), serta Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi kanal yang mulai mengering menjadi salah satu kendala utama di lapangan.
“Konsentrasi pemadaman saat ini di OKI area, Muara Medak Muba dan Gelumbang Muara Enim,” kata Ferdian dalam rilis yang diterima RRI.CO.ID, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Muara Medak. Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 115 hektare. Tim Manggala Agni bahkan telah berada di lokasi selama delapan hari untuk berjibaku memadamkan api.
Namun, upaya memperkuat personel belum dapat dilakukan. Menurut Ferdian, penambahan pasukan justru berisiko tidak efektif apabila ketersediaan air untuk pemadaman tidak mencukupi.
“Kendala saat ini ketersediaan air makin minim sehingga kami tidak leluasa menambah pasukan lagi,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan itu, petugas mengupayakan dukungan alat berat untuk membuka akses menuju lokasi kebakaran. Posko darurat juga mulai disiapkan di sekitar titik api agar petugas memiliki tempat beristirahat selama operasi pemadaman berlangsung.
“Posko itu juga digunakan untuk petugas sebagai tempat beristirahat,” kata Ferdian.
Di OKI, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 4 hingga 5 hektare. Penanganan dilakukan sedini mungkin untuk mencegah api meluas. Tim darat mendapat dukungan operasi pemadaman dari satgas udara.
Langkah cepat tersebut penting mengingat sebagian wilayah OKI menjadi salah satu kawasan yang terus mendapat perhatian dalam penanganan karhutla Sumsel.
Berdasarkan pembaruan penanganan karhutla per 19 Agustus 2026, terdapat 12 lokasi kebakaran di Sumatera Selatan. Enam lokasi di antaranya telah berhasil dipadamkan, yakni Pangkalan Balai dan Sungai Rambutan di Kabupaten Banyuasin, Pegayut di Ogan Ilir, Merapi Barat di Lahat, serta Pampangan di OKI.
Sementara enam lokasi lainnya masih dalam proses pemadaman. Titik tersebut berada di Desa Lorok, Ogan Ilir; Teluk Limau, Muara Enim; Muara Medak, Muba; serta Tulung Selapan Ilir, Pangkalan Lampam dan Kota Bumi di OKI.
“Target kami adalah memadamkan api secepat mungkin sebelum meluas, terutama di lokasi-lokasi prioritas,” jelas Ferdian.
Untuk Ogan Ilir, pola kebakaran cenderung berbeda. Ferdian menyebut titik api umumnya muncul pada siang hingga menjelang malam dan dapat ditangani dalam hitungan jam. Meski relatif lebih cepat dipadamkan, wilayah tersebut tetap menjadi bagian dari pemantauan dan penanganan.
Kementerian Kehutanan juga menyiapkan tambahan kekuatan untuk wilayah Ogan Ilir. Satu regu dari Daops Sarolangun, Jambi, akan digeser untuk memperkuat posko lapangan di Semambu, Ogan Ilir.
“Kami geser 1 regu dari Daops Sarolangun Jambi untuk posko lapangan di Semambu Ogan Ilir mulai besok Jumat, 20 Agustus. Namun saat ini pergeseran masih menunggu Tim Rollingan dari Jambi,” pungkas Ferdian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....